Talut di Perumahan Beringin Asri Semarang Longsor, Tidak Ada Korban Jiwa

Talut di Perumahan Beringin Asri Semarang Longsor, Tidak Ada Korban Jiwa

BOGORTODAY.COM – Sebuah talut di kawasan Perumahan Beringin Asri, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, longsor pada Kamis (6/2/2025) pagi.

Longsor yang cukup besar ini merobohkan sebuah gubuk dan menimpa sepeda motor milik warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB. Subarjo (58), salah satu saksi mata, menceritakan bahwa saat itu ia sedang bersiap mengantar cucunya ketika merasakan getaran yang seperti gempa kecil.

Ternyata, getaran tersebut disebabkan oleh longsoran batu dan tanah dari samping perumahan yang jatuh menimpa gubuk di bawahnya.

“Longsornya itu batu-batu, tanah, kena rumah gubuk, nggak ada orangnya. Tapi ada motor di bawahnya,” ungkap Subarjo.

Longsor tersebut meluncur sejauh sekitar 12 meter, melintasi tiga rumah dan menghancurkan beberapa fasilitas, termasuk gubuk, motor, serta ayunan yang ada di area tersebut.

Selain kerusakan pada gubuk dan motor, longsor juga mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur lain, seperti kabel listrik dan lampu jalan yang terkena jatuhan tanah dan batu.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Meriahkan Turnamen Biliar Bupati Cup 2026

Pohon-pohon di sekitar lokasi juga tumbang, menambah kerugian yang dialami warga. Meskipun demikian, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Arif Puji (55), pemilik gubuk, menjelaskan bahwa saat kejadian, dirinya sedang berada di rumahnya yang terletak di seberang gubuk. Ia mengungkapkan bahwa longsor terjadi dengan kecepatan tinggi, dan sepeda motor yang terjatuh sempat terhalang oleh kayu, sehingga motor tersebut masih dapat digunakan.

Ketua RW 6 Perumahan Beringin Asri, Muhammad, mengatakan bahwa kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Menurutnya, sudah ada beberapa kejadian longsor di wilayah tersebut, dengan dua kejadian longsor terjadi dalam seminggu terakhir. Longsor sebelumnya terjadi di wilayah sebelah barat dan timur perumahan.

Muhammad menambahkan bahwa warga telah menghubungi dinas terkait untuk menangani masalah kebencanaan yang sering terjadi di wilayah mereka, karena lokasi perumahan yang berada di dekat tebing.

Untuk sementara, warga melakukan penanganan darurat dengan menyiapkan bambu-bambu untuk memperkuat area yang terdampak. Mereka juga telah mengajukan bantuan untuk penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA :  Motor Tukang Pijat Dibawa Kabur Begal, Polisi Kejar Pelaku

Muhammad berharap agar talut yang ada di perumahan tersebut diperkuat kembali dengan tulangan dan pengecoran, karena talut yang ada saat ini masih merupakan struktur perumahan awal yang dibangun pada tahun 1995 dan belum diperkuat dengan material yang lebih tahan terhadap bencana longsor.

“Harapan kami inginnya ditalut ulang dengan diberi tulangan agar lebih kuat,” ujar Muhammad. Warga juga dihimbau untuk tetap waspada, terutama untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di dekat tebing yang berpotensi longsor.

Panjang tebing di RW 6 diperkirakan sekitar 125 meter, dan pihak terkait diharapkan segera melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Warga juga mengharapkan perhatian lebih dari dinas kebencanaan dan instansi terkait agar perumahan mereka lebih aman dari ancaman longsor yang dapat merugikan warga.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================