Proyek Bangunan Tebing Bengawan Solo di Bojonegoro Ambrol, Kerugian Ratusan Meter

BOGORTODAY.COM – Proyek pembangunan penahan tebing Bengawan Solo yang terletak di bantaran Desa Tanggungan dan Lebaksari, Kecamatan Boureno, Bojonegoro, mengalami kerusakan parah.

Bangunan yang dimaksud ambrol hingga ratusan meter, merusak sebagian besar struktur penahan tanah yang baru saja selesai dibangun pada akhir Desember 2024. Anggaran proyek senilai hampir Rp 40 miliar ini bersumber dari APBD Pemkab Bojonegoro.

Kerusakan besar ini tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga mengangkat beton tiang pancang yang semestinya menopang tebing ke permukaan tanah.

Bahkan, beberapa titik yang ambruk menunjukkan adanya besi cor yang terangkat dan kemungkinan besar proses pengeraman yang tidak sesuai dengan standar peraturan yang berlaku.

Warga setempat, Wanto, mengungkapkan kekesalannya terhadap kerusakan yang sangat parah tersebut.

“Kondisinya rusak sangat parah. Tujuan proyek ini jelas, untuk menahan tanah agar tidak terganggu oleh luapan air Bengawan Solo saat banjir. Tapi kenapa tidak kuat? Padahal ini proyek besar yang sudah melalui berbagai kajian dan perencanaan dari Dinas Sumber Daya Air Bojonegoro,” ujarnya pada Senin (10/2/2025).

BACA JUGA :  Sekda Ajat Ungkap Hasil Pemeriksaan 81 Kendaraan Dinas Terkait Temuan BPK

Kerusakan ini mengejutkan banyak warga di Desa Lebaksari dan Tanggungan, yang terletak dekat dengan jalan desa dan persawahan. Mereka merasa heran mengapa proyek yang baru selesai ini bisa ambruk begitu cepat.

Menurut warga, kejadian ini diperkirakan terjadi pada Januari 2025, yang menunjukkan bahwa kerusakan terjadi kurang dari sebulan setelah proyek selesai.

Yudi, seorang warga Lebaksari, menambahkan, “Mungkin kurangnya pengawasan saat pengerjaan proyek yang menyebabkan kerusakan ini. Sayang sekali, anggaran yang besar tapi tidak sesuai dengan harapan warga di sini. Kami baru tahu kejadian ini sudah terjadi bulan kemarin.”

Menurut data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek pembangunan pelindung tebing sungai di Desa Lebaksari dan Tanggungan memiliki panjang total 980 meter dengan nilai pagu sekitar Rp 40 miliar. Proyek ini dimenangkan oleh perusahaan Indopenta Bumi Permai yang berbasis di Surabaya, dengan harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 39,6 miliar.

BACA JUGA :  MURID BERPRESTASI SAAT LIBURAN

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Bojonegoro, Heri Widodo, mengonfirmasi masalah ini melalui pesan singkat. “Sabar dulu, segera kami lakukan klarifikasi dengan pihak terkait, sesuai prosedur dan kontrak yang ada,” tulisnya.

Kerusakan proyek ini memicu pertanyaan mengenai pengawasan dan kualitas pengerjaan yang seharusnya memenuhi standar. Proses klarifikasi dan penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti dari ambrolnya bangunan penahan tebing ini, dan bagaimana langkah perbaikan akan dilakukan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================