
Bahkan, AHA mendukung konsumsi hingga dua butir telur per hari untuk orang dewasa yang lebih tua dengan kolesterol normal.
Namun, penelitian sebelumnya memang menunjukkan risiko kematian yang lebih tinggi bagi orang dengan kolesterol tinggi yang mengonsumsi telur dalam jumlah berlebihan.
Oleh karena itu, penelitian ini juga menyelidiki hubungan antara konsumsi telur dan risiko kematian pada orang dengan kolesterol tinggi (dislipidemia).
Hasilnya cukup menggembirakan, di mana peserta dengan dislipidemia yang mengonsumsi telur setiap minggu memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 27% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi telur.
Hasil temuan ini menunjukkan bahwa mengonsumsi hingga enam butir telur per minggu dapat mengurangi risiko kematian akibat berbagai penyebab, termasuk penyakit kardiovaskular, pada orang dewasa yang lebih tua.
Temuan ini berpotensi menjadi dasar dalam pengembangan pedoman diet berbasis bukti untuk orang dewasa tua, terutama yang mempertimbangkan konsumsi telur sebagai bagian dari pola makan sehat dan bergizi.
Dengan hasil ini, konsumsi telur bukan hanya menjadi pilihan makanan yang lezat dan bergizi, tetapi juga dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang, khususnya untuk orang dewasa tua.
Tentunya, konsumsi telur yang seimbang harus tetap memperhatikan kondisi kesehatan individu, seperti kadar kolesterol, agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















