
“Kita harus belajar dari tragedi tersebut dan mencegah kejadian serupa terjadi di daerah lain,” tambahnya.
Lebih lanjut, Menteri Lingkungan Hidup juga menekankan bahwa sampah plastik merupakan masalah besar di Indonesia.
“Indonesia adalah penghasil sampah plastik terbesar ketiga di dunia. Oleh karena itu, kita perlu berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memulai gaya hidup ramah lingkungan,” jelas Hanif.
Sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan, kegiatan penanaman pohon Trembesi dilakukan, yang dinilai dapat membantu menyerap karbon secara signifikan. Satu pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton karbon per tahun, yang setara dengan emisi yang dihasilkan oleh 6.000 motor yang berjalan sejauh 10 km setiap hari.
Acara ini diakhiri dengan pesan optimisme dari Menteri Lingkungan Hidup kepada para siswa, yang merupakan bagian dari “Generasi Emas” Indonesia pada tahun 2045.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak muda dapat menjadi pelopor dalam perubahan lingkungan yang lebih baik,” tutup Hanif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda, serta mendorong pelaksanaan kebijakan ramah lingkungan di tingkat lokal dan nasional. (*/ Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















