Efisiensi Anggaran Pemerintah Dinilai Merugikan Bisnis Perhotelan di Kabupaten Bogor

Efesiensi anggaran merugikan bisnis Perhotelan
Ilustrasi Perhotelan (PYBY)

EfesiensBOGORTODAY.COM – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah memberikan dampak negatif bagi sektor perhotelan, terutama di Kabupaten Bogor.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Boboy Ruswanto, menyatakan bahwa pemangkasan anggaran tersebut mengurangi jumlah perjalanan dinas dan kegiatan rapat yang biasa dilaksanakan di hotel, yang pada gilirannya akan menghambat perkembangan bisnis perhotelan.

“Pemangkasan anggaran untuk perjalanan dinas dan kegiatan meeting di hotel tentu akan berdampak langsung pada bisnis hotel,” jelasnya, Senin (17/2/2025).

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

Boboy menambahkan, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kontribusi sektor perhotelan hanya mencapai sekitar 40 persen.

Ia juga berpendapat bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang memangkas perjalanan dinas dan kegiatan meeting mengganggu kelangsungan bisnis perhotelan.

BACA JUGA :  Kebiasaan Begadang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Boboy menyampaikan bahwa para pelaku usaha perhotelan sepakat untuk meminta agar kebijakan tersebut dikaji ulang oleh pihak berwenang, agar tidak merugikan industri hotel.

“Semua pihak sepakat untuk meminta agar kebijakan ini dikaji kembali, agar tidak merugikan bisnis perhotelan,” pungkasnya.***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================