
Meskipun sekolah ini beberapa kali kebanjiran, Erwi mengaku bahwa kali ini banjir cukup besar. “Ini termasuk yang besar. Saya sudah beberapa kali mengalaminya, tapi kali ini lebih parah,” ujarnya.
Selain di SLB Bina Citra, banjir juga melanda SLB Negeri Pati yang terletak di sebelahnya. Guru SLB Negeri Pati, Kaniyati, mengungkapkan bahwa banjir mulai merendam sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.
Karena jalan menuju sekolah tertutup air, pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan siswa lebih awal. Beberapa guru bahkan terpaksa menggendong siswa ke tempat yang lebih aman.
“Untuk siswa dipulangkan dan dievakuasi karena jalan tertutup banjir. Guru-guru gendong muridnya untuk dikeluarkan dari kelas ke tempat yang aman,” jelas Kaniyati.
Pihak sekolah juga berencana meliburkan kegiatan belajar mengajar pada hari berikutnya. “Semua ruang kelas sudah kemasukan air, jadi tidak bisa dipakai untuk pembelajaran. Anak-anak akan belajar di rumah dulu,” tambahnya.
Banjir yang datang tiba-tiba menyebabkan beberapa barang sekolah tidak dapat diselamatkan. “Barang-barang ada yang bisa diselamatkan, ada juga yang tidak. Air datang terlalu cepat dan langsung tinggi,” ujar Kaniyati.
Kedua sekolah kini tengah menunggu kondisi kembali aman sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Pemerintah setempat diharapkan segera melakukan perbaikan pada tanggul Kali Silugonggo untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















