Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, Kembali Terjadi

Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, Kembali Terjadi

BOGORTODAY.COM Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Rabu pagi, 19 Februari 2025, sekitar pukul 05.53 WIT.

Letusan ini menyemburkan abu vulkanis dengan tinggi mencapai 800 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 2.125 meter di atas permukaan laut.

Menurut Axl Roeroe, petugas Pos Pengamatan Gunung Ibu, kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 59 detik.

“Terjadi erupsi Gunung Ibu pada hari Rabu, 19 Februari 2025, pukul 05:53 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 meter di atas puncak,” jelas Roeroe.

Status Siaga Level III Ditetapkan Sejak Januari

BACA JUGA :  Mata Merah Jangan Dianggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda yang Harus Segera Diperiksa Dokter

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status aktivitas vulkanis Gunung Ibu pada Level III Siaga sejak 28 Januari 2025.

Dengan status ini, PVMBG menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 km dari kawah aktif Gunung Ibu. Selain itu, perluasan sektoral yang membentang 5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara juga harus dihindari.

Untuk mengurangi dampak erupsi terhadap aktivitas masyarakat, PVMBG juga memberikan rekomendasi agar jika terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan masker sebagai pelindung hidung dan mulut serta kacamata untuk melindungi mata.

Potensi Ancaman dan Langkah Mitigasi

Erupsi ini menambah kekhawatiran terhadap potensi ancaman yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanis Gunung Ibu.

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Meskipun dampak dari letusan ini belum dapat dipastikan sepenuhnya, pihak berwenang tetap waspada terhadap kemungkinan adanya perubahan intensitas aktivitas vulkanik yang dapat berdampak pada keselamatan masyarakat.

Untuk saat ini, pihak PVMBG dan otoritas terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ibu dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan resmi serta tidak memasuki zona berbahaya yang telah ditentukan.

Dengan status Siaga yang masih berlaku, masyarakat di sekitar Gunung Ibu diminta untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan, terutama bagi mereka yang tinggal atau bekerja di area yang terdampak oleh potensi erupsi dan hujan abu.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================