
BOGORTODAY. COM – Dinas Kesebatan (Dinkes) mencatat sebanyak 65. 751 warga Kabupaten Bogor telah terjangkit penyakit diabetes melitus.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinkes Kabupaten Bogor, Rohjayanti menyampaikan, penyakit tersebut memiliki resiko tinggi dalam menyebabkan kematian dan memunculkan penyakit berat lainnya seperti, penyakit jantung maupun ginjal
Bahkan, penyakit diabetes melitus menjadi salah satu penyakit yang memiliki angka kematian tertinggi di Indonesia
“Data tersebut hasil dari skrining kami pada selama 2024 mencapai 713.142 jiwa dari usia 15 – 59 tahun,” ujarnya. Senin (27/1/2025).
Rohjayanti menjelaskan, jika seseorang sudah terdiagnosis penyakit diabetes miletus, maka orang tersebut harus disiplin meminum obat seumur hidup untuk mengontrol gula yang berlebih agar tidak menyebabkan komplikasi
“Yang sudah menderita penyakit tersebut harus minum obat secara teratur terus-menerus seumur hidup, supaya tidak komplikasi,” kata dia.
Dalam upaya pencegahannya, Dinkes Kabupaten Bogor bekerja sama dengan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk melakukan pemeriksaan dimulai sekolah – sekolah.
“Begitu ada yang sakit, kita rujuk untuk tes ulang di diagnosa gula darahnya melebihi 200 dan ditata laksana oleh Puskemas,” ungkapnya.
Rohjayanti juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat dengan makan yang teratur dan melakukan olahraga selama 30 menit paling sedikitnya, untuk memecahkan gula darah yang ada di dalam tubuh.
“Jadi masyarakat harus melakukan prinsip (CERDIK), Cek Kesehatan Berkala, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Aktifitas Fisik, Diet dengan Kalori Seimbang, Istirahat Cukup dan Kelola Stress.” tutupnya. ***
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















