
Meskipun interior makam telah rusak, tim arkeolog menemukan beberapa temuan menarik. Salah satunya adalah pecahan plester yang masih memperlihatkan sebagian Kitab Amduat, sebuah teks pemakaman kuno yang menggambarkan perjalanan ke alam baka.
Selain itu, beberapa perabotan pemakaman yang diyakini milik Thutmose II juga ditemukan, yang oleh kementerian disebut sebagai “penemuan pertama dalam sejarah” dari jenisnya.
Menurut Dr. Piers Litherland, kepala misi penelitian, tim akan melanjutkan penggalian di area tersebut untuk mencari lebih banyak temuan dan berharap dapat menemukan isi asli makam tersebut.
Meski kondisi makam telah rusak akibat air yang membanjiri ruang makam setelah pemakaman, penemuan ini tetap memberikan banyak informasi baru mengenai peradaban Mesir kuno.
Lonjakan Penemuan Arkeologi dan Pariwisata Mesir
Penemuan makam Thutmose II menambah daftar panjang temuan arkeologi besar yang terjadi di Mesir dalam beberapa tahun terakhir. Negara ini semakin giat dalam upaya mengembangkan industri pariwisata yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara.
Pada tahun 2022, Mesir tercatat menerima sekitar 15,7 juta wisatawan, dengan target mencapai 18 juta pengunjung pada tahun 2025.
Salah satu proyek unggulan pemerintah Mesir dalam meningkatkan pariwisata adalah Grand Egyptian Museum yang terletak di kaki Piramida Giza.
Museum yang telah lama tertunda ini dijadwalkan untuk dibuka pada tahun 2025, dan diharapkan akan menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan yang datang untuk menyaksikan warisan budaya Mesir yang luar biasa.
Dengan penemuan makam Raja Thutmose II dan berbagai penemuan arkeologi lainnya, Mesir terus memperkuat posisinya sebagai tujuan wisata sejarah dan budaya yang tak ternilai harganya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















