
BOGORTODAY.COM – Kasus viral yang melibatkan seorang remaja yang kedapatan mencuri pisang di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, akhirnya mendapatkan perhatian luas dari masyarakat.
Remaja tersebut mengaku melakukan tindakan tersebut untuk menghidupi adiknya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, setelah ibunya meninggal tujuh tahun lalu dan ayahnya menghilang entah kemana.
Kisah remaja ini menjadi sorotan banyak pihak setelah video dirinya yang diarak oleh warga beredar luas.
Namun, meski awalnya kasus ini bisa berujung pada proses hukum, Polresta Pati memilih untuk menyelesaikan masalah ini dengan pendekatan yang lebih humanis melalui mekanisme Restorative Justice, sebuah upaya untuk memberikan penyelesaian yang tidak hanya berdasarkan pada hukum, tetapi juga dengan mengutamakan pemulihan dan kebaikan bersama.
Apresiasi Masyarakat terhadap Kepolisian
Keputusan bijak Polresta Pati untuk memberikan pendampingan kepada remaja tersebut dan adiknya mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Kasimin, Ketua RT setempat, menyampaikan terima kasihnya kepada Kapolsek Tlogowungu dan seluruh jajaran kepolisian yang telah menangani kasus ini dengan baik dan memberikan perhatian kepada keluarga tersebut.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas jerih payah dan perhatian dari Bapak Kapolsek Tlogowungu serta seluruh jajaran Kepolisian yang telah menangani kasus dan menolong adik kami,” ujar Kasimin.
Bantuan dari Berbagai Pihak
Bantuan kepada remaja ini juga datang dari banyak pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun partai politik.
BPD Desa Gunungsari dan warga setempat memberikan apresiasi karena polisi telah memberikan bantuan pendidikan berupa beasiswa dan pekerjaan tambahan untuk kedua anak tersebut.
“Terima kasih atas bantuan Bapak Polisi telah mendampingi, memberikan beasiswa, dan pekerjaan tambahan, semoga mereka memperoleh kehidupan yang lebih baik,” ujar Arif Rahman, BPD desa setempat.
Kakek dari remaja itu juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima oleh cucunya. “Terima kasih telah memberikan bantuan kepada cucu kami,” ungkapnya dengan penuh haru.
Tidak hanya itu, bantuan juga datang dalam bentuk donasi dan tali asih dari masyarakat sekitar, yang memberikan harapan baru bagi keluarga yang kurang mampu ini.
Ketua DPD PSI Pati, Hadi Sutrisno, menyampaikan bahwa mereka turut memberikan nasihat, bantuan, dan bimbingan kepada remaja tersebut agar bisa memiliki masa depan yang lebih baik.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Sementara itu, Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid mengungkapkan bahwa pihaknya berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga dan membuka kesempatan bagi remaja tersebut untuk tumbuh dengan lebih baik di masa depan.
“Kami di sini memberikan arahan, nasihat, bantuan, dan bimbingan kepada bersangkutan. Diharapkan kedepan bisa lebih baik, dan bersangkutan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui pendekatan restoratif yang diterapkan oleh kepolisian, remaja tersebut dan adiknya mendapatkan peluang untuk mengubah masa depan mereka.
Apresiasi dari berbagai pihak menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dalam masyarakat, dan bagaimana keputusan bijak dari pihak berwenang dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan individu yang membutuhkan bantuan.
Semoga dengan adanya bantuan ini, masa depan remaja tersebut akan lebih cerah, dan mereka bisa mengejar impian mereka meski dengan segala keterbatasan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















