
BOGORTODAY.COM – Komedian Nunung, yang dikenal dengan kelucuan dan keceriaannya, baru-baru ini mengungkapkan kisah pribadi yang cukup mengharukan.
Dalam sebuah wawancara di studio Pagi Pagi Ambyar pada Senin (24/2/2025), Nunung menceritakan keputusannya untuk menjual sejumlah aset berharga, termasuk rumah dan mobil.
Bahkan, dia dan suami, Iyan Sambiran, kini memilih untuk tinggal di kos di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.
Keputusan Berat Menjual Aset
Nunung menceritakan, keputusan untuk menjual semua aset bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, dia harus melepaskan rumah dan mobil yang selama ini menjadi tempat tinggal dan alat transportasi mereka.
Namun, alasan di balik keputusan tersebut cukup sederhana: kebutuhan untuk berobat. Nunung mengungkapkan, dia harus menjalani pengobatan yang memerlukan biaya cukup besar dan tidak bisa dihentikan.
“Ya sudahlah kos aja yang penting urusan keluarga beres karena kebutuhan semakin banyak, saya berobat terus, saya berobat nggak boleh putus,” ujar Nunung dengan suara yang mulai terisak.
Menurutnya, dengan berobat yang terus berlanjut, kebutuhan akan uang semakin besar. Tak hanya untuk pengobatan dirinya, tetapi juga untuk kebutuhan keluarganya.
Harga kos tempat tinggal mereka di kawasan Pancoran sekitar Rp 3,2 juta per bulan. Meski begitu, Nunung mengaku bahwa semuanya sudah diputuskan dengan baik bersama suami.
Mengorbankan Aset demi Keluarga
Nunung mengaku, hampir seluruh asetnya telah dijual, termasuk yang ada di Jakarta dan Solo. “Semua (dijual), tinggal ada satu rumah di Solo kan buat tinggal keluarga. Semua (Aset di Jakarta), Solo juga dijual semua, yang banyak sebenarnya di Solo semua,” ungkapnya.
Walaupun keputusan ini sangat berat, Nunung mengaku bahwa ia dan suami sudah berdiskusi panjang untuk memutuskan hal ini.
“Iya, udah cukup banyak ngobrol sama suami kalau suami sebetulnya ya, ‘Yang penting kamu bahagianya di mana aja’, suami ikut saja,” cerita Nunung.
Suami Nunung, Iyan Sambiran, juga mendukung keputusan tersebut, meski kadang-kadang mengingatkan Nunung untuk tidak lupa dengan kesehatan tubuhnya.
Kehidupan Baru di Solo
Nunung juga berbagi kabar baik mengenai kondisi keluarganya di Solo. Setelah membuka warung makan yang bernama SONGOSENG by Mami Nunung, kehidupan keluarga Nunung di Solo mulai lebih tertata.
Warung makan tersebut dijalankan oleh anggota keluarga yang bisa memasak, dan kini sudah berjalan dengan lancar.
“Sebetulnya sekarang itu sudah lebih enak, mereka sudah lebih tertata,” kata Nunung dengan bahagia. Meskipun kehidupannya lebih tenang, Nunung masih harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan berobat.
“Saya kepengin gitu (menikmati masa tua), tapi kan saya butuh berobat. Saya mau menikmati masa tua, meninggalkan karier saya di dunia entertainment saya sebenarnya udah siap sama suami, tapi kan saya butuh berobat. Kalau saya nggak cari uang siapa yang mau cariin?” ungkap Nunung, menandakan bahwa meskipun dia ingin menikmati masa tua, kebutuhan berobat membuatnya harus terus bekerja keras.
Suami yang Selalu Mendukung
Iyan Sambiran, suami Nunung, mengungkapkan bahwa ia sudah memahami sepenuhnya keputusan istrinya.
Menurut Iyan, ia merasa bahwa sejak awal menikah dengan Nunung, ia sudah siap dengan segala konsekuensinya, terutama terkait dengan keluarga besar Nunung yang menjadi prioritas.
“Dari awal pertama kali kenal saya mempelajari dulu keluarganya di dalam, oh begini, begitu, ini konsekuensi saya nikah sama dia. Setelah berjalan sampai sekarang alhamdulillah syukuri saja,” ungkap Iyan dengan bijak.
Ia merasa bahwa tanggung jawab terhadap keluarga besar Nunung adalah hal yang harus didahulukan, meski kehidupan rumah tangga mereka sendiri tetap penting.
Menjaga Keluarga
Nunung dan Iyan memang telah banyak melewati tantangan bersama, dan mereka kini berusaha untuk terus menjaga keharmonisan dalam keluarga.
Meskipun mereka harus tinggal di kos dan mengurangi gaya hidup mereka, Nunung menegaskan bahwa yang paling penting adalah kebahagiaan dan kesehatan keluarga mereka.
“Ya sebetulnya saya kepengin hidup sama keluarga guyub, nggak bisa pisah sama keluarga. Sekarang keadaannya yang nggak bisa. Kadang saya pulang, bilang ke suami, ‘Capek aku. Capek pikiran’. Aku alhamdulillah nggak pernah capek tenaga, tapi capek pikiran,” cerita Nunung, yang mengungkapkan betapa beratnya kondisi yang harus dihadapinya.
Melalui cerita ini, Nunung menunjukkan betapa besar pengorbanan dan perjuangan seorang ibu untuk keluarganya. Keputusannya untuk menjual aset dan tinggal di kos, meskipun berat, adalah salah satu cara dia mengatasi kesulitan hidup demi kesehatan dan kebahagiaan keluarganya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














