
Sebelumnya, pendaki M bersama empat rekannya melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Slamet pada tanggal 22 Februari 2025, dan direncanakan turun pada hari berikutnya. Namun, saat perjalanan turun di sekitar pos 9, korban berjalan lebih cepat dan mendahului rombongannya, meski kondisi cuaca saat itu tengah berkabut.
“Salah satu rekannya melihat korban tersandung dan jatuh. Mereka berteriak memanggil namanya, namun tidak ada jawaban. Karena kabut, korban tidak terlihat,” jelas Sugeng mengenai kronologi kejadian.
Setelah mendapat informasi tentang kecelakaan tersebut, tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung melakukan penyisiran. Pada pukul 19.32 WIB, korban ditemukan dengan kondisi masih bernapas namun tak sadarkan diri.
im evakuasi segera memberikan pertolongan pertama, namun korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter.
Meskipun upaya evakuasi sudah dilakukan dengan maksimal, korban akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju basecamp. Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan dalam mendaki gunung, terutama saat kondisi cuaca buruk seperti kabut yang menghalangi pandangan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















