Tinjau Irigasi di Purwasari, Jaro Ade Apresiasi Pemanfaatan Bankeu Rp 1,5 Miliar

BOGORTODAY.COMWakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade, menekankan terhadap seluruh desa di Kabupaten Bogor untuk menyerap Bantuan Keuangan (Bankeu) untuk progam prioritas yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itu ditekankan Jaro Ade saat meninjau hasil pekerjaan irigasi di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Selasa (25/2/2025)

Menurutnya, penyerapan anggaran yang dilakukan oleh Pemdes Purwasari bisa menjadi contoh

dengan adanya bankeu dari pemkab Bogor membuat lahan tidur menjadi lebih produktif untuk pertanian masyarakat.

“Pertama kita mengapresiasi gara-gara anggaran yang satu miliar dipergunakan tepat sasaran. Sehingga dampaknya sangat bermanfaat cukup banyak untuk salah satunya ketahanan pangan,”ujar Jaro Ade saat meninjau hasil pekerjaan tembok irigasi di Desa Purwasari.

BACA JUGA :  Klasemen MotoGP 2026 Berubah Drastis Usai GP Hungaria, Marc Marquez Meroket ke Lima Besar

Sehingga kita berharap Ke depan ada anggaran yang diprogramkan oleh pak Bupati Rudy Susmanto

Politisi Golkar ini juga mengungkapkan, jika seluruh Desa di Kabupaten Bogor menyalurkan programnya tepat sasaran, dirinya bersama Bupati Rudy Susmanto pun tidak merasa khawatir bila bankeu ditambah menjadi 1,5 Miliar.

“Karena masuk dalam visi misi termasuk programnya Bupati dan wakil Bupati, ditambah 1,5 miliar. Nah jadi kita tidak khawatir terkait dengan penggunaan anggaran yang akan diberikan ke desa-desa untuk percepatan pembangunan,”bebernya.

Jaro Ade juga meyakinkan jika hal itu dilakukan, para anggota DPRD pun tidak merasa keberatan dengan penambahan anggaran bankeu yang dikeluarkan Pemkab Bogor tersebut.

BACA JUGA :  Rekomendasi Menu Sarapan Tinggi Protein untuk Menjaga Energi dan Massa Otot

“Saya yakin anggota DPRD pasti mendukung penuh Kalau sudah urusan buat masyarakat, jadi saya juga berharap desa-desa yang lain perbaikan irigasi yang memang sementara bisa dilakukan oleh desa secara aturan. Jalankan pokoknya cari yang paling bermanfaat,”kata dia.

Disisi lain, Ade juga menekankan desa harus bisa berinovasi terkait ketahanan pangan, seperti mengelola hasil tani hingga membuat pertumbuhan di sektor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Kedepan kita berharap juga desa bumdes-nya dibangun, termasuk juga pengelolaan gas pengelolaan hasil tani dan yang lain-lain,”tandasnya.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================