BOGORTODAY.COM – Aktivis sosial sekaligus konten kreator, Ronald A Sinaga, atau akrab disapa Bro Ron, baru-baru ini mengungkapkan masalah serius terkait dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang melibatkan oknum tenaga pendidikan di Kabupaten Bogor.
Dalam pernyataannya, Rabu (26/2/2025), Bro Ron menduga minimnya gaji yang diterima tenaga pendidikan sebagai salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya tindakan tersebut.
Diketahui, PIP adalah program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bantuan dana kepada siswa kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan.
Namun, penyelewengan dana PIP yang terungkap menunjukkan bahwa oknum tenaga pendidikan yang seharusnya memfasilitasi distribusi dana kepada siswa justru memanfaatkan posisi mereka untuk mengambil keuntungan pribadi.
Ini menjadi masalah besar, mengingat dana tersebut seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu.
“Secara personal, mungkin memang gaji guru sangat kurang,” tutur Bro Ron kepada wartawan.
Menurutnya, meski banyak tenaga pendidik yang telah lama mengabdi, rendahnya gaji yang mereka terima sering kali menjadi alasan untuk bertahan dengan cara yang tidak etis, seperti memotong dana PIP yang seharusnya diterima siswa.
Namun, Bro Ron juga menyampaikan pandangan kritis terhadap para tenaga pendidikan yang masih memilih bertahan di profesinya meski gaji yang diterima sangat minim.
“Kalau memang gajinya kecil, kenapa bertahan bertahun-tahun?” ujar Bro Ron.
Meski demikian, Bro Ron tidak sepenuhnya menyalahkan kondisi ekonomi tenaga pendidik. Ia mengakui bahwa ada kemungkinan gaji tenaga pendidikan bisa dinaikkan, namun ia menekankan bahwa yang lebih penting adalah integritas yang harus dimiliki oleh para tenaga pendidik tersebut.
“Gajinya bisa saja dinaikkan, namun integritasnya sangat dipertanyakan, terutama di sekolah-sekolah yang kami temukan penyelewengan ini,” tegas Bro Ron.
Atas dugaannya itu, ia mendorong pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidikan, agar mereka tidak terjebak dalam situasi yang mengharuskan mereka untuk memilih cara-cara yang tidak sesuai dengan etika profesi.
Peningkatan gaji, menurutnya, perlu diimbangi dengan penguatan sistem pengawasan dan penegakan hukum agar praktik penyelewengan dana seperti ini dapat diberantas. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















