
Asri akhirnya memutuskan untuk menggugat cerai setelah bertahun-tahun berjuang. Ia mengaku sudah mencoba berbagai cara, termasuk berkonsultasi dengan psikolog, namun perubahan yang diharapkannya tak kunjung datang.
“Nggak ada hal-hal perkembangan yang dia buat, terus bukti-bukti makin banyak, hal-hal yang sangat bikin aku surprise bertambah yang bilang dan betul fotonya, videonya apa, jadi aku berasa ya sudah. Wah, aku sedih sekali,” ujar Asri.
Putusan perceraian tersebut memutuskan bahwa hak asuh anak diberikan sepenuhnya kepada Asri Welas. Meski demikian, Galiech diberikan hak untuk bertemu dan memberikan kasih sayang kepada ketiga anak mereka.
“Mengabulkan gugatan penggugat, menjatuhkan talak satu dari tergugat (Galiech) kepada penggugat (Asri Welas),” kata Samsudin, Hakim Ketua dalam persidangan pada 23 Januari 2025.
Selain itu, majelis hakim memutuskan bahwa Galiech wajib memberikan nafkah sebesar Rp 5 juta per bulan untuk ketiga anak mereka sampai anak-anak tersebut dewasa dan hidup mandiri.
Nafkah ini juga akan mengalami kenaikan 10% setiap tahunnya, dan tidak termasuk biaya kesehatan dan pendidikan anak-anak mereka.
Asri Welas kini berusaha menjalani hidup baru bersama ketiga anaknya. Meskipun masih terasa berat, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, sementara keputusan perceraian ini menjadi langkah akhir setelah bertahun-tahun berjuang dengan rasa sakit dan kekecewaan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















