Bacaan Lengkap Shalat Tarawih Serta Doa Setelahnya

Bacaan Lengkap Shalat Tarawih Serta Doa Setelahnya

BOGORTODAY.COM – Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat mulia dan hanya dapat dilaksanakan pada bulan Ramadhan.

Ibadah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Islam sebagai bagian dari amal ibadah di bulan yang penuh berkah.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mempelajari bacaan sholat Tarawih, baik dari awal hingga akhir, serta doa yang dipanjatkan setelahnya.

Dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin Al Qurawy, dijelaskan bahwa Tarawih adalah sholat sunnah muakkad yang dilakukan pada malam hari selama bulan Ramadhan, baik secara berjamaah maupun sendirian.

Mengenai jumlah salam dalam sholat Tarawih, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Sebagian ulama berpendapat bahwa sholat Tarawih terdiri dari 10 salam (dua rakaat setiap salam), sebagian lagi berpendapat 4 salam (dua rakaat setiap salam), dan ada pula yang berpendapat 2 salam (empat rakaat setiap salam tanpa tasyahud awal).

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa sholat (tarawih) (di bulan) Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap balasan (pahala) dari Allah Ta’ala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lewat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sholat Tarawih dapat dilaksanakan setelah sholat Isya hingga menjelang fajar. Ibadah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah, karena memiliki pahala yang luar biasa.

Sebelum melaksanakan sholat Tarawih, penting bagi kita untuk mempersiapkan diri dengan memahami bacaan sholat ini dari awal hingga akhir. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Bacaan Sholat Tarawih dari Awal sampai Akhir

Berikut ini merupakan bacaan sholat tarawih dari awal sampai akhir yang dihimpun dari buku Tuntunan Sholat for Kids tulisan Redaksi Great Kids serta Fikih Wanita tulisan Ust Muiz Al Bantani.

1. Niat

Niat sholat Tarawih dapat dibaca di dalam hati maupun diucapkan dengan lisan. Berikut adalah bacaannya.

Niat Sebagai Imam


أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى.
Ushallii sunnatat-Taraawihi rak’ataini imaaman lillaahi Ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat mengerjakan sholat sunnah tarawih sebanyak dua raka’at, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta’ala.”

Niat Sebagai Makmum


أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى.
Ushallii sunnatat-Taraawihi rak’ataini makmuuman lillaahi Ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat mengerjakan sholat sunnah tarawih sebanyak dua raka’at, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta’ala.”

Niat Munfarid atau Sholat Sendiri


نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat-tarāwīḥi rak’ataini lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah

Setelah niat, kemudian takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbir.

الله اكى
Allahu Akbar

Artinya: “Allah Mahabesar”

Selanjutnya membaca doa iftitah sebagai berikut:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.

Allahu akbar kabīrā, walhamdulillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukrataw wa aṣīlā. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatḥarassamāwāti wal-arḍa ḥanīfam muslimā, wa mā ana minal musyrikīn. Inna sholatī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil ‘ālamīn. Lā syarīka lahū, wa bidzālika umirtu, wa anā minal muslimīn.

BACA JUGA :  Ngaku Lapar, Badut Jalanan Gasak Dompet PKL Cileungsi 

Artinya: “Mahabesar Allah. Segala puji bagi Allah, siang dan sore. Saya hadapkan wajah saya kepada Zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan hanif dan berserah diri. Dan saya bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya sholat saya, ibadah saya, hidup dan mati saya adalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu-Nya, dan dengan itu saya diperintahkan. Saya termasuk orang-orang yang muslim.”

3. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek

Berikutnya, lanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah sebagai berikut:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ ۝١ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ ۝٢ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ ۝٣ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ۝٤ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ۝٥ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّينَ ۝٦

Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn. Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

4. Membaca Surat Pendek

Pada malam-malam awal hingga pertengahan Ramadhan, terdapat aturan khusus mengenai bacaan surat dalam sholat Tarawih. Di setiap rakaat pertama, disarankan untuk membaca surat secara berurutan, dimulai dari At-Takaatsur, Al-Ashr, Al-Fiil, Quraisy, Al-Maa’uun, Al-Kautsar, Al-Kaafiruun, An-Nashr, hingga Al-Lahab. Sementara itu, pada rakaat kedua, surat yang dibaca adalah Al-Ikhlas.

Adapun pada malam-malam pertengahan hingga akhir Ramadhan, bacaan surat dalam sholat Tarawih mengalami perubahan. Pada rakaat pertama, disarankan untuk membaca surat Al-Qadr, sementara pada rakaat kedua, satu surat dibaca secara berurutan dari daftar surat seperti At-Takaatsur, Al-Ashr, Al-Fiil, Quraisy, Al-Maa’uun, Al-Kautsar, Al-Kaafiruun, An-Nashr, dan Al-Lahab.

Berikut ini adalah bacaan surat pendek sesuai dengan keterangan di atas.

At-Takātsur (التَّكَاثُرُ)
اَلْهٰكُمُ التَّكَاثُرُ ۝١ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ ۝٢ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ۝٣ ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ۝٤ كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِ ۝٥ لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَ ۝٦ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِ ۝٧ ثُمَّ لَتُسْـئَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيْمِ ۝٨

Latin:
Alhākumut-takāṡur. Ḥattā zurtumul-maqābir. Kallā sawfa ta’lamūn. Ṡumma kallā sawfa ta’lamūn. Kallā law ta’lamūna ‘ilmal-yaqīn. Latarawunnal-jaḥīm. Ṡumma latarawunnahā ‘ainal-yaqīn. Ṡumma latusalunna yaumaiżin ‘anin-na’īm.

Artinya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Jangan begitu! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Sekali lagi, jangan begitu! Kelak kamu akan mengetahui. Jangan begitu! Jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahanam, kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kemudian pada hari itu kamu pasti akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu megahkan di dunia).

Al-‘Aṣr (العَصْرُ)
وَالْعَصْرِ ۝١ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ۝٢ إِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۝٣

Wal-‘aṣr. Innal-insāna lafī khusr. Illallażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr.

Artinya:
Demi masa! Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Al-Fīl (الفِيلُ)
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحٰبِ الْفِيْلِ ۝١ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍ ۝٢ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيْلَ ۝٣ تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍ ۝٤ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ۝٥

BACA JUGA :  Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk Jadi Kepala Baru

Alam tara kaifa fa’ala rabbuka biaṣḥābil-fīl. Alam yaj’al kaidahum fī taḍlīl. Wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl. Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl. Faja’alahum ka’aṣfim ma’kūl.

Artinya:
Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Quraisy (قُرَيْشٍ)
لِإِيْلٰفِ قُرَيْشٍ ۝١ إِۦلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَالصَّيْفِ ۝٢ فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِ ۝٣ الَّذِيْٓ أَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ۝٤

Liīlāfi quraisy. Īlāfihim riḥlataś-śitā’i waṣ-ṣaif. Falya’budū rabba hāżal-bait. Allażī aṭ’amahum min jū’iw wa āmanahum min khauf.

Artinya:
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka’bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Al-Mā’ūn (الْمَاعُونُ)
أَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ ۝١ فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ ۝٢ وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ ۝٣ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ ۝٤ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ ۝٥ الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَ ۝٦ وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ۝٧

A-ra’aita allażī yukadzdzibu biddīn. Fażālikallażī yadu”ul-yatīm. Wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn. Fa wailul lil-muṣallīn. Allażīna hum ‘an ṣalātihim sāhūn. Allażīna hum yurā`ūn. Wa yamna’ūnal-mā’ūn.

Artinya:
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya, yang berbuat ria, dan enggan memberikan bantuan.

Al-Kauṡar (الْكَوْثَرُ)
إِنَّآ أَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ ۝١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ۝٢ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ۝٣

Innā a’ṭainākal-kauṡar. Faṣalli li rabbika wanḥar. Inna syāni’aka huwal-abtar.

Artinya:
Sesungguhnya Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Al-Kāfirūn (الْكَافِرُونَ)
قُلْ يٰٓأَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَ ۝١ لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَ ۝٢ وَلَآ أَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ أَعْبُدُ ۝٣ وَلَآ أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْ ۝٤ وَلَآ أَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ أَعْبُدُ ۝٥ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ۝٦

Qul yā ayyuhal-kāfirūn. Lā a’budu mā ta’budūn. Wa lā antum ‘ābidūna mā a’bud. Wa lā anā ‘ābidum mā ‘abadtum. Wa lā antum ‘ābidūna mā a’bud. Lakum dīnukum wa liya dīn.

Artinya:
Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

An-Naṣr (النَّصْرُ)
إِذَا جَآءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ ۝١ وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللَّهِ أَفْوَاجًا ۝٢ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۚ إِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ۝٣

Iżā jā’a naṣrullāhi wal-fatḥ. Wa ra’aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā. Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastaghfirh, innahū kāna tawwābā.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================