
Artinya:
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat.
Al-Lahab (اللَّهَبُ)
تَبَّتْ يَدَآ أَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ ١ مَآ أَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَ ٢ سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ ٣ وَامْرَاَتُهٗ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ ٤ فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ٥
Tabbat yadā abī lahabiw wa tabb. Mā aghnā ‘an-hu māluhū wa mā kasab. Sayaṣlā nāran żāta lahab. Wamra’atuhū ḥammālatal-ḥaṭab. Fī jīdihā ḥablum mim masad.
Artinya:
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
Al-Ikhlāṣ (الإِخْلَاصُ)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ١ اللَّهُ الصَّمَدُ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا أَحَدٌ ٤
Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahu kufuwan aḥad.
Artinya:
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.”
Al-Qadr (القَدْرُ)
إِنَّآ أَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤ سَلٰمٌ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr. Wa mā adrāka mā lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malā’ikatu war-rūḥu fīhā bi`iżni rabbihim min kulli amr. Salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr.
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.
5. Rukuk
Membungkuk dengan punggung lurus, tangan di lutut, membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ (3x)
Subḥāna rabbiyal ‘aẓīmi wa biḥamdih
Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya.”
6. Itidal
Berdiri tegak setelah rukuk, mengangkat tangan sejajar bahu sambil membaca:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami’allāhu liman ḥamidah
Artinya: “Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya.”
Kemudian membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Rabbana lakal-ḥamdu mil-us-samāwāti wamil-ul-arḍi wamil-u mā shi’ta min shai’in ba’d
Artinya: “Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.”
7. Sujud
Bersujud dengan anggota tubuh yang bertumpu pada lantai (dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung kaki) sambil membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (3x)
Subḥāna rabbiyal a’lā wa biḥamdih
Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya.”
8. Duduk di Antara Dua Sujud
Duduk dengan kaki kiri dilipat dan kaki kanan ditegakkan, membaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
rabbi-ghfir lī warḥamnī wajburnī warfa’nī warzuqnī wahdinī wa’āfinī wa’fu ‘annī
“Wahai Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupkanlah kebutuhanku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”
Setelah itu kembali sujud untuk kedua kalinya dan membaca tasbih seperti sujud yang pertama. Pada rakaat pertama, kita bangkit kembali setelah sujud yang kedua untuk melaksanakan rakaat kedua.
9. Tahiyat Akhir
Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tawarruk (pantat menyentuh lantai, kaki kiri masuk ke bawah kaki kanan yang tegak) dan membaca:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
At-taḥiyyātu al-mubārakātu aṣ-ṣalawātu aṭ-ṭayyibātu lillāh, as-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh, as-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhi aṣ-ṣāliḥīn, asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna muḥammadhan rasūlullāh
Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Salam sejahtera atasmu wahai Nabi, juga rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera bagi kami dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Kemudian membaca shalawat:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allāhumma ṣalli ‘alā muḥammadin wa ‘alā āli muḥammad, kamā ṣallaita ‘alā ibrāhīma wa ‘alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdum majīd. allāhumma bārik ‘alā muḥammadin wa ‘alā āli muḥammad, kamā bārakta ‘alā ibrāhīma wa ‘alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdum majīd
Artinya: “Ya Allah, limpahkan shalawat atas Nabi Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkan keberkahan atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
10. Salam
Menoleh ke kanan sambil membaca:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
As-salāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh
Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepadamu.”
Kemudian menoleh ke kiri dan mengucapkan hal yang sama.
Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih
Setelah selesai melaksanakan sholat tarawih sebanyak 8 maupun 20 rakaat, kita dapat membaca doa yang dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa tulisan Ustadz Ali Amrin Al Qurawy berikut ini.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإِيْمَانِ كَامِلِينَ وَلِفَرَائِضِكَ مُؤَدِّيْنَ وَعَلَى الصَّلَوَاتِ مُحَافِظِينَ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ وَلِعَفْوِكَ رَاجِينَ وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ وَبِالْقَضَاءِ رَاضِينَ وَبِالنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِضِينَ وَفِي الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ وَعَلَى سَرِيرَةِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُّتَزَوَجِيْنَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيبَاجٍ مُتَلَبِّسِينَ وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ وَمِنْ لَّبَنٍ وَعَسَلٍ مُّصَفِّيْنَ شَارِبِيْنَ وَبِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصَّدِيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيمًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Allaahummaj’alnaa bil iimaani kaamiliina wa lifaraa-idhika mu’addiina wa ‘alash shalawaati muhaafizhiina wa lizzakaati faa’iliina wa limaa ‘indaka thaalibiina wa li’afwika raajiina wa bil hudaa mutamassikiina wa ‘anil laghwi mu’ridhiina wa fid dun-ya zaahidiina wa fil aakhirati raaghibiina wa bilqadhaa-i raadhiina wa bin na’maa-i syaakiriina wa ‘alal balaa-i shaabiriin wa tahta liwaa-i sayyidinaa muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama yaumal qiyaamati saa-iriina wa ‘alal haudhi waaridiina wa fil jannaati daakhiliina wa ‘ala sariiratil karaamati qaa’idiina wa bi huurin ‘iinim mutazawwijiina wa min sundusiw wa istabraqiw wa diibaajim mutalabbisiina wa min tha’aamil jannati aakiliina wa min labanin wa’asalim mushaffiina syaaribiina bi akwaabiw wa abaariqa wa ka’sim mim ma’iin. Ma’al ladziina an’amta ‘alaihim minan nabiyyiina wash shiddiqiina wasy syuhadaa-i wash shaalihiina wa hasuna ulaa-ika rafiiqaa, dzaalikal fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi ‘aliimaa. Wal hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.
Artinya: “Ya Allah, jadikan kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala yang wajib, men-jaga sholat, menunaikan zakat, mencari segala kebaikan di sisi-Mu, mengharap ampunan-Mu, terhindar dari segala penyelewengan, zuhud di dunia, mencintai amal untuk bekal di akhirat dan tabah (sabar) menghadapi cobaan, serta mensyukuri segala nikmat-Mu, dan semoga pada hari kiamat kelak kami dalam satu barisan di bawah panji-panji junjungan kami; Nabi Muhammad Saw. Dan, melalui telaga yang sejuk, masuk di dalam surga, terhindar dari api neraka, dan duduk di tahta ke-hormatan dengan didampingi oleh bidadari dari surga, mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati jamuan surga yang lezat, serta minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan kendi-kendi yang tak pernah habis, bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka golongan para nabi, shiddiqin, orang-orang syahid, orang-orang saleh, dan orang-orang yang memiliki perangai yang baik. Demikianlah kemurahan dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Se-gala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”
Doa di atas tersebut tidak wajib dibaca. Jika tidak mampu membacanya, kita bisa mengganti dengan bacaan doa apa pun.
Tata Cara Melaksanakan Sholat Tarawih
Menurut buku Fikih Wanita karya Ustadz Muiz Al Bantani, sholat Tarawih dikerjakan dua rakaat satu salam, dan dapat diulang sesuai dengan jumlah rakaat yang diinginkan. Setelah menyelesaikan sholat Tarawih, disunnahkan untuk melanjutkan dengan sholat Witir.
Sholat Witir minimal dilakukan satu rakaat, meskipun pada umumnya dikerjakan tiga rakaat. Terdapat beberapa cara untuk melaksanakan sholat Witir, yaitu dengan dua rakaat salam diikuti satu rakaat salam, atau langsung tiga rakaat dalam satu salam.
Disarankan agar makmum mengikuti jumlah rakaat yang dikerjakan oleh imam. Jika imam melaksanakan 8 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir, maka makmum dianjurkan untuk mengikuti jumlah tersebut.
Namun, jika ada yang ingin menambah jumlah rakaat, lebih baik dilakukan di rumah. Begitu juga jika imam melaksanakan 20 rakaat Tarawih, makmum sebaiknya mengikuti imam.
Bagi yang ingin hanya mengerjakan 8 rakaat, diperbolehkan untuk mengundurkan diri dengan tenang tanpa mengganggu jamaah lain, baik dengan pulang atau tetap berada di masjid sambil membaca Al-Quran secara perlahan tanpa mengganggu yang sedang sholat.
Selain itu, untuk sholat Witir yang dilakukan satu rakaat, disunnahkan untuk membaca doa qunut mulai malam ke-15 Ramadhan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















