
“Kami berharap Pemkab Probolinggo menyiapkan alat berat yang standby di atas, karena hampir setiap tahun terjadi tanah longsor,” tambahnya.
Warga Tengger serta petugas dari BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI/Polri bahu-membahu membersihkan material longsoran menggunakan alat seadanya agar akses jalan bisa dibuka.
Pembersihan dilakukan dengan sistem buka tutup, memungkinkan kendaraan melintas meskipun hanya satu jalur yang dapat digunakan sementara. “Pembersihan jalan dilakukan sambil menunggu alat berat yang dikirim oleh Dinas PUPR Pemkab Probolinggo,” ujar Heri.
Hingga berita ini diturunkan, alat berat yang dibutuhkan masih dalam perjalanan dan belum tiba di lokasi.
Pihak desa dan Pemkab Probolinggo terus mengimbau pengendara untuk selalu waspada saat melintas di kawasan lereng Gunung Bromo, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi longsor lainnya yang dapat terjadi.
Sebagai langkah antisipasi, pihak terkait akan terus memantau kondisi di lapangan dan segera mengambil tindakan jika terjadi bencana serupa.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















