
BOGORTODAY.COM – Presiden Suriah, Ahmed Al Sharaa, pada hari Minggu (9/3) menyerukan kepada seluruh rakyat Suriah untuk menjaga persatuan dan perdamaian nasional, setelah ratusan bahkan ribuan orang dilaporkan tewas dalam kekerasan yang terjadi di sepanjang pantai Mediterania negara itu.
Kekerasan ini disebut sebagai yang terburuk sejak penggulingan Bashar Al Assad, dengan bentrokan sengit yang memakan korban jiwa dalam dua hari terakhir.
Al Sharaa berbicara dari sebuah masjid di Damaskus, menyerukan agar masyarakat Suriah tetap menjaga keharmonisan dan berusaha untuk hidup bersama di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.
“Kita harus menjaga persatuan nasional (dan) perdamaian sipil sebisa mungkin dan, Insya Allah, kita akan dapat hidup bersama di negara ini,” kata Sharaa, seperti dilansir AFP.
Kekerasan yang terjadi di wilayah pesisir Suriah, termasuk Jableh, Baniyas, dan sekitarnya, telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Lembaga pemantau perang, Syrian Observatory for Human Rights, mengungkapkan bahwa jumlah korban meliputi 745 warga sipil, 125 anggota pasukan keamanan Suriah, dan 148 anggota kelompok pendukung Bashar Al Assad yang berasal dari komunitas Alawite.
Kekerasan ini, yang menargetkan pemukiman dan mengakibatkan banyak korban jiwa termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi salah satu tragedi terburuk dalam konflik sipil yang telah berlangsung selama 13 tahun terakhir.
Bentrokan ini dipicu oleh ketegangan antara berbagai kelompok yang mendukung pemerintahan Assad dan kelompok oposisi.
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengungkapkan bahwa pasukan pemerintah sedang melakukan “operasi penyisiran” di provinsi Tartus, khususnya di daerah Qadmous dan desa-desa sekitarnya, dengan tujuan untuk mengejar sisa-sisa pasukan rezim yang telah digulingkan.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















