
Pada saat yang sama, pihak berwenang Suriah melaporkan adanya pertempuran yang sedang berlangsung di desa Tanita di provinsi Tartus.
Seorang fotografer AFP melaporkan bahwa sebuah konvoi militer terlihat memasuki lingkungan Bisnada untuk menggeledah rumah-rumah, menandakan intensifikasi operasi militer.
Sebagai respons terhadap kekerasan ini, Menteri Pendidikan Suriah, Nazir Al Qadri, mengumumkan bahwa sekolah-sekolah di provinsi Latakia dan Tartus akan tetap tutup pada hari Minggu (9/3) dan Senin (10/3).
Laporan dari SANA, kantor berita negara Suriah, juga menyebutkan adanya pemadaman listrik yang melanda seluruh provinsi Latakia akibat serangan terhadap infrastruktur jaringan listrik oleh para loyalis Assad.
Sumber kementerian pertahanan melaporkan bahwa pasukan telah memblokir jalan-jalan menuju pantai, kemungkinan untuk mencegah “pelanggaran,” meskipun tidak dijelaskan siapa yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Di sisi lain, Direktur Keamanan Provinsi Latakia, Mustafa Kneifati, menegaskan bahwa pihak berwenang tidak akan membiarkan adanya upaya provokasi atau penargetan terhadap komponen mana pun dari rakyat Suriah.
Kekerasan yang melanda wilayah pesisir Suriah ini semakin memperburuk ketegangan yang sudah lama terjadi antara kelompok pro- dan anti-pemerintah, sementara seruan dari Presiden Al Sharaa diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan perdamaian di negara yang tengah dilanda perang saudara yang panjang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















