Harga Tiket Pesawat Pelita Air Turun pada Masa Mudik Lebaran 2025, Berkat Diskon 15,8% dari Pertamina

Harga Tiket Pesawat Pelita Air Turun pada Masa Mudik Lebaran 2025, Berkat Diskon 15,8% dari Pertamina

BOGORTODAY.COM PT Pelita Air, maskapai yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero), mengumumkan penurunan harga tiket pesawat hingga 15,8% untuk penerbangan pada masa mudik Lebaran 2025.

Penurunan harga tiket tersebut merupakan bagian dari upaya PT Pertamina untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, yang diperkirakan akan terjadi pada 28 Maret hingga 7 April 2025.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa penurunan harga tiket Pelita Air sejalan dengan penurunan harga bahan bakar pesawat atau avtur.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta pada 11 Maret 2025, harga avtur telah diturunkan rata-rata sebesar 10% di 37 bandara yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Penurunan harga tiket Pelita Air sebesar 15,8% ini berlaku untuk periode mudik yang dimulai pada 24 Maret hingga 7 April 2025,” ujar Simon.

Penurunan harga tiket ini diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan bagi para pemudik yang menggunakan jasa transportasi udara.

Selain itu, Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Satgas Ramadan-Idulfitri.

BACA JUGA :  Resep Capcay Goreng Udang ala Restoran, Lezat dan Bergizi

Tim ini akan bertugas selama periode 17 Maret hingga 13 April 2025, dengan fokus utama memastikan pasokan energi dan bahan bakar tetap aman dan lancar selama periode mudik Lebaran.

Persiapan Infrastruktur Energi untuk Mendukung Mudik Lebaran

Mars Ega Legowo juga memberikan gambaran mengenai persiapan infrastruktur Pertamina dalam menghadapi puncak arus mudik Lebaran.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi antara 28 hingga 30 Maret 2025, sementara arus balik diprediksi padat pada 5 hingga 7 April 2025.

Untuk itu, Pertamina memastikan kesiapan 117 terminal BBM, 43 terminal LPG, serta 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di seluruh Indonesia.

“Stok BBM dan LPG kami pastikan dalam kondisi normal dan siap untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri. Kami juga telah melakukan build-up stock di beberapa lokasi utama serta daerah-daerah terpencil,” terang Ega.

Proyeksi Kenaikan Permintaan BBM dan LPG

BACA JUGA :  Dada vs Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Ega juga memaparkan proyeksi peningkatan permintaan beberapa jenis bahan bakar selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Diperkirakan, permintaan LPG akan mengalami kenaikan sebesar 6,6%, minyak tanah naik 3,5%, serta pertamax dan pertamax turbo masing-masing diperkirakan naik 16,9% dan 15%.

Sementara itu, untuk jenis bahan bakar lain, seperti Dexlite, diperkirakan mengalami penurunan sebesar 4,6%, sedangkan avtur diperkirakan akan mengalami kenaikan 5,6%.

“Masyarakat dapat memastikan pasokan BBM dan LPG tersedia dengan cukup dan dalam kualitas terbaik, sesuai standar yang berlaku,” tambah Ega.

Penutupan dan Harapan

Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025. Dengan adanya penurunan harga tiket Pelita Air dan jaminan ketersediaan pasokan bahan bakar yang cukup, diharapkan masyarakat dapat menjalani mudik Lebaran dengan lancar dan nyaman.

Baik Pertamina maupun Pelita Air telah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, sehingga perjalanan mudik menjadi lebih mudah dan terjangkau.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================