
Di sisi lain, pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas kekalahan timnya. Ia mengakui bahwa lini serang Persis tampil sangat baik di pertandingan ini.
“Di babak pertama, PSS bermain bagus dan memiliki beberapa kesempatan. Kami memimpin, tetapi di babak kedua kami memberikan gol mudah kepada Persis. Kami mengambil risiko dengan bermain terbuka, namun malah memberi ruang bagi Solo untuk mencetak lebih banyak gol,” ungkap Huistra.
Meskipun kecewa, Huistra tetap optimis tentang peluang PSS untuk bertahan di Liga 1 musim depan. “Kesempatan tetap ada, kita masih punya beberapa pertandingan. Namun, kami harus lebih produktif lagi,” tambahnya.
Pemain PSS, Wahyu Hamisi, juga mengungkapkan rasa optimisnya sebelum pertandingan, namun harus menerima kenyataan pahit setelah hasil akhir yang tidak sesuai harapan.
“Kami sempat yakin bisa mencuri poin, tapi hasil akhir berbeda. Hasil buruk ini akan kami evaluasi,” kata Wahyu.
Dengan kemenangan ini, Persis Solo kembali menunjukkan kualitas tim yang mampu bersaing, sementara PSS Sleman masih harus bekerja keras untuk keluar dari zona degradasi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















