
Kondisi ini disebabkan oleh tingginya kunjungan ke rumah sakit di Kota Bogor, yang tidak hanya berasal dari warga Kota Bogor, tetapi juga dari luar kota.
Ke depan, Dedie A. Rachim berharap Kota Bogor juga dapat menjadi tujuan ‘hospital tourism”, baik dalam hal pelayanan kesehatan maupun pencegahan penyakit.
“Jadi masyarakat dari luar kota bisa mengakses layanan kesehatan di sini sekaligus juga healing. Kita proyeksikan wisata kesehatan,” ucapnya.
Ketua Yayasan RS Islam Bogor, Dwi Sudharto, menyampaikan bahwa peresmian gedung baru ini merupakan tonggak sejarah dalam pengabdian kepada umat.
Sebab, rumah sakit ini merupakan wakaf yang didirikan sekitar tahun 1982 dan diprakarsai oleh Sholeh Iskandar, yang namanya kini diabadikan menjadi nama jalan dari Simpang Tol BORR hingga Simpang Salabenda.
“Sehingga Rumah Sakit Islam Bogor tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang kuat, dan hal itu harus dijaga sebagai amanah dari para pendirinya,” ucapnya.
Sekedar informasi, peresmian ini dihadiri oleh Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan; Ketua Pembina Yayasan RS Islam Bogor, KH Didin Hafidhuddin; Direktur RS Islam Bogor, drg. Dewi Wiyana; General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Jabar, Agung Murdifi; serta para dermawan yang telah berkontribusi dalam pembangunan fasilitas ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















