BOGORTODAY.COM – Sebuah truk bermuatan batu tergelincir di tengah derasnya aliran banjir lahar Gunung Semeru di Sungai Regoyo, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, pada Minggu pagi (16/3/2025).
Truk dengan nomor polisi N 8973 RK yang melintasi Jembatan Limpas tersebut terjebak dalam banjir lahar yang meluap akibat hujan deras.
Kejadian Berawal dari Upaya Menghindari Arus Deras
Kejadian berawal saat truk yang baru saja mengisi material batu nekat melintasi Jembatan Limpas meski aliran banjir lahar masih deras. Sang sopir, berusaha menghindari jalur kanan yang airnya cukup dalam dan deras, memilih jalur kiri.
Namun, keputusan tersebut justru membawa malapetaka. Truk tergelincir dan nyaris terguling di tengah aliran lahar.
“Setelah truk mengisi muatan batu, kemudian melintas dan tergelincir di tengah aliran lahar Gunung Semeru,” ujar Rehan, seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Bantuan Warga Menyelamatkan Truk
Meskipun terjebak hampir dua jam di tengah aliran lahar, beruntung sejumlah warga sekitar segera memberikan bantuan.
Mereka bergotong royong untuk menurunkan material batu yang berada di atas truk. Usaha keras warga akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir dua jam terjebak, truk tersebut berhasil diselamatkan dan dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.
“Warga yang mengetahui truk tergelincir kemudian bergotong royong menurunkan muatan batu, sehingga truk bisa selamat,” kata Rehan menambahkan.
Jembatan Limpas dan Keamanan Warga
Jembatan Limpas, yang terletak di Sungai Regoyo, Desa Bades, merupakan jalur utama yang digunakan truk tambang untuk mengangkut material batu. Selain itu, jembatan tersebut juga biasa dilalui oleh warga sekitar untuk beraktivitas, seperti pergi ke sawah maupun kebun.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pengendara, terutama di musim hujan, untuk lebih berhati-hati saat melintasi area yang rawan bencana seperti banjir lahar.
Pihak berwenang mengimbau agar warga dan pengendara lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.
Sebagai langkah pencegahan, diharapkan adanya pemantauan yang lebih intensif di jalur-jalur yang rentan terhadap bencana alam, seperti banjir lahar yang sering terjadi di sekitar kawasan Gunung Semeru.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















