
Menurutnya, SCM dapat menjadi wadah untuk membantu masyarakat agar mendapatkan solusi jangka panjang melalui rehabilitasi dan program pemberdayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kemenko PM, Nunung Nuryartono, menyampaikan bahwa hal ini berawal dari kepedulian Menko PM terhadap lonjakan kasus judol di Indonesia.
Oleh karena itu, Kota Bogor dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki peran strategis sebagai wajah Indonesia, mengingat keberadaan Istana Bogor yang kerap menjadi pusat kegiatan kenegaraan.
“Kami ingin menjadikan Kota Bogor sebagai model yang bisa diterapkan di daerah lain dalam menangani permasalahan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karenanya, kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Dinsos, Dinkes, dan RSMM sangat diperlukan,” ungkap Nunung.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama RSMM, Nova Riyanti Yusuf, menjelaskan bahwa SCM nantinya akan menjadi community health center yang tidak hanya menangani korban judol tetapi juga berbagai pelaku perilaku adiktif lainnya, yang diharapkan bisa menjadi model percontohan dalam menangani berbagai permasalahan sosial.
Dengan persiapan yang matang dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, SCM diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan solusi jangka panjang bagi berbagai permasalahan sosial di Kota Bogor dan dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















