
Pembangunan tiga unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari target awal dua unit, Penambahan titik air bersih dari tiga menjadi lima titik dan Pembangunan satu unit mushola.
Di samping sasaran fisik, TMMD juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial, di antaranya, penghijauan dengan penanaman 1.000 pohon, program ketahanan pangan seluas 2,4 hektar, pemberian bantuan kepada anak-anak stunting, dan program makan bergizi gratis kepada 261 siswa sekolah dasar.
Kapok Sahli Pangdam III Siliwangi, Brigadir Jenderal Albertus Magnus Suharyadi mengatakan bahwa TMMD ke-123 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Bogor, Pangandaran, Subang, dan Lebak.
Program ini bertujuan untuk mewujudkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat serta membantu percepatan pembangunan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat hasil pembangunan TMMD, terutama dalam aspek non-fisik seperti penyuluhan kesehatan dan edukasi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Bapak Bupati dan jajarannya, yang telah mendukung penuh program ini, baik dari segi kebijakan maupun anggaran. Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan TMMD juga sangat luar biasa, dengan keterlibatan harian antara 75-100 orang,” ujarnya.
Katanya, dengan berakhirnya TMMD ke-123, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor. (*/ Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















