Banjir Rendam 15 Desa di Kabupaten Rembang, Aktivitas Warga Terganggu

“Di Sluke selain banjir juga ada tanah longsor. Di Desa Bendo tanah longsor terjadi di tiga titik permukiman warga. Akibatnya tiga rumah warga rusak. Di Desa Sametan, tebing setinggi tiga meter dengan panjang 30 meter amblas tergerus air,” terang Puji Widodo.

Wakil Bupati Rembang, M Hanies Cholil Barro, menjelaskan bahwa selain hujan dengan curah yang tinggi, penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai dan penyempitan drainase yang terjadi di beberapa wilayah. Menurutnya, sampah yang menyumbat saluran air turut memperparah keadaan.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Merasa Terasing dari Anak Pasca Cerai, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Batin yang Memprihatinkan

“Asesmen sementara disebabkan oleh penyempitan saluran air akibat sampah dan pendangkalan sungai di beberapa wilayah,” ungkap Gus Hanies, sapaan akrabnya.

Dia juga menyebutkan bahwa BPBD dan para relawan telah dikerahkan untuk turun ke lapangan, serta berkomunikasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan asesmen dan penanganan lebih lanjut.

“Hingga saat ini, banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Rembang sudah berangsur surut. Namun, kami masih terus memantau perkembangan di lapangan,” tambah Gus Hanies.

BACA JUGA :  BYD Berani Tanggung Kerugian Kecelakaan Saat Fitur Autopilot Aktif, Klaim Jadi yang Pertama di Dunia

Upaya untuk menangani banjir dan bencana lainnya masih terus dilakukan, sementara warga yang terdampak sedang berusaha mengatasi kerusakan yang terjadi.

Ke depannya, perbaikan saluran air dan upaya mitigasi bencana di wilayah Rembang akan menjadi perhatian penting untuk mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================