Pemkab Mojokerto Resmikan Sistem Peringatan Dini (EWS) Banjir di Desa Tempuran

Pemkab Mojokerto Resmikan Sistem Peringatan Dini (EWS) Banjir di Desa Tempuran

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Mojokerto resmi meluncurkan sistem peringatan dini (early warning system/EWS) banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, untuk mengurangi risiko banjir yang rutin melanda desa tersebut.

EWS ini diharapkan dapat memberikan peringatan lebih awal bagi masyarakat dalam menghadapi bencana banjir yang kerap terjadi terutama saat musim hujan.

EWS banjir tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. M Rizal Octavian, pada Selasa (25/3/2025). Sistem peringatan dini ini dipasang di Sungai Avur Watudakon, yang sering meluap dan menyebabkan banjir di Desa Tempuran.

“Dengan teknologi ini (EWS) diharapkan bisa membantu mengurangi risiko dan dampak dari bencana banjir yang kerap melanda daerah kita (Desa Tempuran),” ujar Rizal dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA :  Panduan Membuat Sumur Air di Rumah: Mulai dari Pemilihan Lokasi hingga Perawatan

Sistem EWS yang baru di Desa Tempuran terdiri dari beberapa perangkat canggih, antara lain sonar untuk mengukur tinggi muka air (TMA) Sungai Avur Watudakon, serta lampu rotary dan sirine yang terhubung dengan sistem.

Ketika tinggi muka air sungai mencapai level siaga atau awas, lampu dan sirine secara otomatis akan menyala, memberikan peringatan kepada masyarakat untuk segera mengambil langkah-langkah pengamanan.

Banjir di Desa Tempuran merupakan masalah tahunan yang mengganggu kehidupan warga. Pada akhir tahun 2024, banjir besar merendam 797 rumah dan berdampak pada 2.623 jiwa, dengan 137 rumah dan 447 jiwa di Dusun Tempuran serta 660 rumah dan 2.176 jiwa di Dusun Bekucuk.

BACA JUGA :  Diduga Tolak Beri Uang, Satpam Kafe di Gunung Putri Dikeroyok

Wakil Bupati Rizal juga mengimbau semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga sistem EWS tersebut agar dapat berfungsi secara maksimal saat bencana datang.

“Mari kita tingkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Sehingga kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh,” pungkasnya.

Dengan adanya sistem EWS ini, diharapkan masyarakat Desa Tempuran dapat lebih siap menghadapi bencana banjir, dan dampak dari bencana tersebut dapat diminimalkan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================