
“Petasan rakitan manual itu terbuat dari kertas gulung yang menggunakan kayu, lalu diisi dengan bubuk dan diberi sumbu,” ucapnya.
Saat ini, korban yang terluka sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Kustati Solo, RSUD Moewardi, dan RS PKU Karanganyar.
Polisi masih menyelidiki peristiwa ini lebih lanjut, termasuk mencari tahu lebih banyak tentang kronologi kejadian dan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perakitan petasan tersebut.
Peristiwa ini menjadi peringatan akan bahaya petasan rakitan, yang dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak membuat atau menggunakan petasan rakitan, serta untuk selalu memperhatikan keselamatan dalam merayakan berbagai perayaan, termasuk Lebaran.
Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung, dan pihak kepolisian berharap dapat segera mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














