Santri Tewas Setelah Motor Meledak Usai Kecelakaan di Blitar

Santri Tewas Setelah Motor Meledak Usai Kecelakaan di Blitar

BOGORTODAY.COM – Sebuah kecelakaan mengerikan terjadi di jalan raya Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (25/3/2025) malam.

Seorang santri, Ashbar Aosath Al Maliki (21), tewas setelah motor yang dikendarainya meledak akibat kecelakaan tersebut. Peristiwa tragis ini terekam dalam rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat jelas detik-detik terjadinya ledakan disertai kepulan asap dari motor korban yang jatuh setelah bersenggolan dengan sepeda.

Dugaan sementara, pengendara motor membawa bubuk mesiu, yang saat kecelakaan terjadi, percikan api memantik bubuk mesiu tersebut hingga mengakibatkan ledakan hebat.

Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika Ashbar, yang merupakan santri asal Ponorogo, sedang mengendarai motor dari arah timur menuju barat.

BACA JUGA :  Pansus DPRD Kota Bogor Rampungkan Raperda BPBD Tipe A dalam Waktu Satu Bulan

Saat berada di jalan raya, korban bersenggolan dengan pengendara sepeda angin. Akibat senggolan tersebut, korban kehilangan kendali atas motornya dan terjatuh, terseret beberapa meter hingga akhirnya motor meledak.

“Motor korban berbenturan dengan sepeda, lalu terseret beberapa meter dari titik tabrakan, dan terjadi ledakan. Diduga ledakan inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kapolres Arif Fazlurrahman, Selasa (25/3/2025) malam.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengungkapkan bahwa motor yang dikendarai korban diduga membawa bubuk mesiu. Ledakan mesiu tersebut mengenai bagian perut korban, menyebabkan luka berat yang mengakibatkan kematian di lokasi kejadian.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA :  Bahas Tata Kelola Lobster, MKI dan IPB University Desak Regulasi Berbasis Sains dan Inklusif

Kasus kecelakaan ini sedang ditangani oleh Polres Blitar, yang akan terus mengembangkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan ledakan tersebut.

Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi para pengendara untuk lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama terkait barang-barang yang dapat memicu bahaya seperti bubuk mesiu atau bahan berbahaya lainnya.

Pihak kepolisian juga akan terus menyelidiki dugaan terkait keberadaan bahan berbahaya tersebut di kendaraan korban.

Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan pondok pesantren tempat korban belajar, sekaligus menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan dalam berkendara.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================