2 Hotel di Kota Bogor Tutup Operasional Akibat Kebijakan Pemerintah, Wali Kota Mencari Solusi

Sahira Butik Hotel Paledang.

BOGORTODAY.COM – Baru-baru ini, dua hotel di Kota Bogor, yakni Sahira Butik Hotel Paledang dan Sahira Butik Hotel Pakuan memberhentikan operasionalnya akibat dampak dari pemangkasan anggaran yang dilakukan Pemerintah.

Dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Sahira Hotels Group kepada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, menyebutkan bahwa kedua hotel tersebut akan ditutup pada 29 Maret 2025.

“Aktivitas pada Hotel Sahira Butik Hotel Paledang dan Sahira Butik Hotel Pakuan akan dihentikan sampai waktu yang ditentukan di kemudian hari,” berikut tulisan surat pemberitahuan dari Sahira Hotels Group, pada Rabu (26/3/2025).

Dalam hal ini, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memberikan tanggapan tentang penutupan kedua hotel itu. Menurutnya, perlu lebih hati-hati dalam menyampaikan kebijakan pada masyarakat, sebab dampaknya langsung adalah menurunnya tingkat hunian hotel di Kota Bogor.

BACA JUGA :  Resep Bolu Tape Lembut dan Harum, Cocok untuk Teman Minum Teh

“Jadi biasanya di kota Bogor itu banyak sekali kegiatan MICE, ada meeting, bimtek, seminar, tapi dalam dua bulan terakhir ini merosot tajam. Bisa jadi karena kebijakan efisiensi anggaran pemotongan biaya perjalanan dinas,” ungkap Dedie Rachim kepada Bogortoday.com, Kamis (27/3/2025).

Ke depan, kata Dedie, tentunya akan mencari solusi yang terbaik. Ia pun meminta pemerintah pusat untuk memeriksa, apakah kebijakan pemotongan perjalanan dinas ini punya dampak negatif atau tidak bagi ekonomi masyarakat secara langsung.

“Kan ada usaha transportasi terdampak, usaha kuliner, usaha hotel, restoran, ada EO semua terdampak,” ujarnya.

Selain itu, Dedie Rachim sudah menjadwalkan pertemuan dengan pemilik hotel. Dirinya ingin mendengar langsung kira-kira apa yang bisa kita dilakukan dan bagaimana nanti pemerintah daerah berupaya memberikan insentif atau bantuan lainnya.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengiyakan penutupan ini sebagai efek dari kebijakan efisiensi pemerintah. Menurutnya, situasi industri perhotelan di Kota Bogor sekarang ini memang amat sulit.

“Parah sih, semalam saja tingkat okupansi hotel di Kota Bogor hanya 16%,” ungkapnya.

Yuno menyebut bahwa penutupan sementara Sahira Hotel karena ketidakpastian di masa mendatang. Tetapi, penurunan tingkat hunian yang berkelanjutan menyebabkan banyak hotel di Kota Bogor mengalami kesulitan serupa.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================