Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi: Butuh Keyakinan untuk Kembali Bangkit dari Kekalahan

Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi: Butuh Keyakinan untuk Kembali Bangkit dari Kekalahan

BOGORTODAY.COM Febriana Dwipuji Kusuma dan Amalia Cahaya Pratiwi (Ana/Tiwi) menjadi sorotan di dunia bulutangkis Indonesia setelah menjalani serangkaian pertandingan yang penuh tantangan dalam tiga bulan terakhir.

Meskipun hasilnya belum memuaskan, pelatih ganda putri Nitya Krishinda Maheswari percaya bahwa pasangan ini hanya membutuhkan keyakinan lebih untuk bangkit dan mengatasi kekalahan dari pasangan-pasangan kuat, seperti Jepang dan China.

Dalam lima turnamen yang telah mereka jalani, yaitu Malaysia Open, Indonesia Masters, Thailand Masters, All England, dan Swiss Open, Ana/Tiwi harus menerima kenyataan kalah dari pasangan-pasangan top dunia, seperti ganda putri Jepang dan China.

Mereka gagal melangkah lebih jauh di Swiss Open 2025 setelah dikalahkan oleh pasangan China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian dengan skor 11-21, 12-21. Padahal, pasangan China ini terbilang baru dipasangkan, mengingat Jia Yi Fan sebelumnya berduet dengan Cheng Wing Chen.

BACA JUGA :  Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan Manfaatnya untuk Tubuh

Di turnamen All England 2025, Ana/Tiwi juga harus menerima kekalahan dari pasangan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, dengan skor 12-21, 21-19, 16-21 di babak kedua.

Meskipun telah menunjukkan perjuangan keras, hasil ini menambah daftar kekalahan pasangan Indonesia dari pasangan-pasangan unggulan dunia.

Keyakinan Menjadi Kunci Perubahan

Nitya Krishinda Maheswari, sebagai pelatih ganda putri, menilai bahwa kualitas teknik Ana/Tiwi tidaklah jauh tertinggal dari lawan-lawan mereka. Namun, yang menjadi kendala utama adalah kurangnya keyakinan dalam diri kedua pemain tersebut.

“Untuk Ana/Tiwi, dengan lawan Jepang dan China memang lebih kepada tinggal keyakinan mereka saja. Kalau dari segi kualitas teknik, saya rasa nggak jauh banget,” kata Nitya di Pelatnas PBSI, Cipayung.

Nitya mengungkapkan bahwa jika Ana/Tiwi bisa mengubah mindset mereka dan lebih percaya diri, bukan tidak mungkin mereka bisa mengalahkan pasangan-pasangan top dunia. “Saat mereka bisa yakin, mereka bisa mengeluarkan permainan. Bahkan melawan pun juga bisa. Dari segi keyakinan sih kalau saya bilang,” tambah Nitya.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Siapkan Beasiswa untuk 17.000 Siswa Kurang Mampu

Perjalanan Kejuaraan Asia 2025: Peluang dan Tantangan

Menatap Kejuaraan Bulutangkis Asia 2025 yang akan berlangsung di Ningbo, China pada 8-13 April mendatang, Ana/Tiwi berpeluang kembali bertemu dengan pasangan China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, di babak kedua, jika mereka berhasil mengalahkan pasangan Malaysia, Go Pei Kee/Teoh Mei Xing di babak 32 besar.

Melihat head-to-head antara Ana/Tiwi dengan Chen/Jia, pasangan Indonesia belum pernah memenangkan satu pun dari enam pertemuan sebelumnya di turnamen bulutangkis internasional.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================