
Persiapan dan Tantangan Berat
Sementara itu, pasangan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari juga menghadapi tantangan berat di babak 32 besar.
Mereka akan kembali bertemu dengan pasangan China, Li Yi Jing/Luo Xu Min. Pada pertemuan sebelumnya di Thailand Masters 2024, pasangan China tersebut berhasil meraih kemenangan.
Namun, dalam Kejuaraan Asia 2025, Li/Luo menjadi unggulan ketujuh, yang tentunya menambah kesulitan bagi Rachel/Trias.
“Jika kami berhasil melakukan revans, maka jalan terjal lainnya berpeluang kami hadapi. Di bagan mereka terdapat lima unggulan teratas, seperti Baek Ha Na/Lee So Hee (2, Korea Selatan), Nami Matsuyama/Chiharu Shida (3, Jepang), dan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (5, China),” jelas Nitya, yang mengakui bahwa kompetisi kali ini akan sangat menantang.
Harapan Pelatih dan Strategi
Nitya mengungkapkan bahwa sebagai pelatih, ia memiliki harapan tinggi terhadap para atletnya. Namun, ia juga menekankan bahwa hasil akhir sangat tergantung pada kemampuan masing-masing pemain di lapangan.
“Kami sebagai pelatih tentu harapannya pasti tinggi, tapi semua kembali ke atletnya. Permainan yang ingin mereka keluarkan dan perlihatkan, kemampuan mereka seberapa kita atur,” tambah Nitya.
Dengan persiapan matang dan strategi yang tepat, para atlet ganda putri Indonesia diharapkan bisa memberikan penampilan terbaik mereka di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2025 dan meraih hasil maksimal di ajang bergengsi tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















