
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), yang kondisi saat ini dinilai tidak representatif. JPO tersebut kumuh, atapnya berlubang, rawan pencopetan, serta dipenuhi sampah akibat pedagang yang berjualan di sekitarnya.
“Kehadiran saya di sini adalah upaya untuk meminimalisir masalah. Kami mengusir angkot yang parkir sembarangan, menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan, serta mengarahkan penumpang di dalam stasiun,” ungkap Jenal Mutaqin.
Jenal Mutaqin juga mengakui banyak keluhan terkait minimnya petugas yang berjaga di kawasan tersebut. Ia menegaskan kepada OPD terkait untuk lebih bersiaga.
“Kita harus rapatkan barisan. Bila perlu, ada piket khusus. Saya ingin tahu nama dan jumlah petugas yang berjaga. Lagi-lagi, saya harus mendorong agar minimal 10 orang selalu siaga setiap hari,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, Jenal Mutaqin berharap bisa mengurai kemacetan dan berbagai faktor lain yang menyebabkan kesemrawutan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















