
BOGORTODAY.COM – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa keberlangsungan operasional layanan Biskita Trans Pakuan tidak lepas dari peran aktif sejumlah pihak di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Dalam keterangannya, Dedie menyampaikan bahwa operasional Biskita Trans Pakuan melibatkan kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Operasi kendaraan BisKita Trans Pakuan di lapangan harus dibantu oleh Pemkot Bogor melalui Dishub, BPKAD, dan juga teman-teman dari OPD lain, tentunya bersama DPRD Kota Bogor,” ungkapnya usai meninjau kesiapan Biskita, Sabtu (5/4/2025).
Saat ini, Pemkot telah mengoperasikan sebanyak 17 unit bus dengan tambahan dua unit cadangan untuk melayani Koridor 1 dan 2. Adapun tarif yang dikenakan kepada masyarakat tetap sebesar Rp4.000, sesuai dengan kebijakan subsidi tarif yang telah ditetapkan sebelumnya.
Meski dua koridor telah berjalan, Dedie mengakui bahwa perluasan layanan ke koridor lain masih dalam proses kajian.
“Untuk koridor 5 dan 6 masih proses kajian, karena untuk mendapatkan subsidi itu butuh waktu. Nantinya akan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bogor terkait tarifnya. Jadi mohon bersabar, mudah-mudahan tidak terlalu lama,” ujarnya.
Pemkot Bogor juga telah mengajukan anggaran lanjutan untuk mendukung pengembangan layanan Biskita.
“Kami sudah ajukan anggarannya dalam APBD Perubahan 2025 dan anggaran murni di 2026 mendatang,” jelas Dedie.
Menurut Dedie, kebijakan ini merupakan cerminan dari penggunaan anggaran daerah yang berpihak pada masyarakat.
“Inilah wujud uang rakyat kembali ke rakyat. Mudah-mudahan rakyat bisa menikmati layanan Biskita Trans Pakuan ini. Dan memang, ini semata-mata untuk membantu rakyat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik kegiatan ekonomi maupun sosial,” tuntasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















