BOGORTODAY.COM – DPRD Kota Bogor mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk melakukan pengelolaan data warga baru. Pasalnya, seringkali terjadi urbanisasi pasca mudik lebaran. Lonjakan penduduk usai Lebaran dikhawatirkan menambah beban sosial-ekonomi di Kota Bogor.
Untuk itu, DPRD mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor aktif dalam kelola data warga baru.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan, menyoroti potensi urbanisasi yang muncul usai arus balik Lebaran.
Dia meminta Pemkot segera melakukan pendataan penduduk untuk mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi dari bertambahnya warga baru yang menetap.
“Urbanisasi itu perpindahan dari desa ke kota, atau dari kota kecil ke kota besar. Biasanya karena keinginan hidup lebih layak dan sejahtera. Artinya, pemerintah kota harus siap menghadapi dampak dari arus balik mudik ini,” ujar Ence, Selasa (8/4/2025).
Ia mengingatkan orang yang awalnya hanya mudik ke kampung, bisa kembali ke kota membawa dua atau tiga anggota keluarga tambahan.
Kondisi ini menurutnya bisa memperbesar tekanan terhadap ekonomi dan infrastruktur Kota Bogor, terutama bila tidak diikuti dengan data dan pengelolaan yang baik.
“Yang paling penting adalah pendataan. Siapa saja yang datang, tinggal di mana, bekerja apa—semua harus tercatat dengan baik. Karena pada akhirnya ini akan jadi penambahan penduduk yang perlu dikelola,” lanjutnya.
Ence menyadari urbanisasi tidak bisa dicegah sepenuhnya. Ia menegaskan setiap warga negara Indonesia berhak tinggal dan mengadu nasib di mana saja, termasuk di Kota Bogor.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















