
Setelah keluar dari tol Bunder, pengemudi tidak menyadari bahwa ujung tol tersebut berada di atas jalan yang menurun tajam dan berbelok 90 derajat.
Dengan celah yang cukup besar di barrier beton, mobil BMW tersebut masuk dan melaju ke tol yang belum selesai, terbang sejauh 12 meter dari ketinggian 5-7 meter sebelum mendarat di jalan raya.
“Pengemudi masuk melalui sela barrier yang memang tidak tertutup semua di ujung arah pintu keluar gerbang tol,” jelas Kanit Gakkum Polres Gresik, Ipda Aswoko.
Insiden ini juga dipicu oleh ketergantungan pada Google Maps. Pengemudi terfokus pada aplikasi tersebut dan tidak menyadari kondisi jalan yang sebenarnya.
Pihak berwenang telah berkoordinasi dengan pengelola tol untuk menutup celah di ujung tol dengan barrier beton guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kedua insiden ini menjadi pengingat penting bagi para pengendara agar tidak hanya mengandalkan teknologi semata, seperti aplikasi navigasi digital, tanpa memperhatikan kondisi jalan yang ada di lapangan.
Meskipun aplikasi seperti Google Maps sangat membantu dalam memberikan petunjuk arah, pengendara tetap harus waspada terhadap tanda-tanda atau petunjuk fisik yang ada di sepanjang perjalanan.
Kapolsek Balong mengimbau agar para pengendara tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memperhatikan lingkungan sekitar dan bertanya kepada warga setempat jika merasa ragu dengan arah jalan.
Kejadian-kejadian serupa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan perhatian ekstra saat berkendara, terlebih ketika kondisi jalan tidak sesuai dengan informasi yang diberikan oleh aplikasi navigasi.
“Selalu berhati-hati dan perhatikan kondisi jalan yang nyata di lapangan. Jangan hanya mengandalkan aplikasi,” ujar Agus.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















