
BOGORTODAY.COM – Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama Kepala Ruangan Bougenville 1 RSUD Leuwiliang terus melakkan sosialisasi mengenai kesehatan. Kali ini memberikan edukasi tentang Pencegahan Penularan Tuberkulosis Resisten Obat.
Kepala Ruangan Bougenville 1 RSUD Leuwiliang, Rohwanto meberi edkasi kepada pengunjung rumah sakit tentang Pencegahan Penularan Tuberkulosis Resisten Obat.
“Menurut saya hal ini sangat penting untuk diketahui masyarakat, agar masyarakat tahu bagaimana cara mencegah dan mengatasi penyakit tersebut,” kata Rohwanto, Rabu (9/3/2025).
Rohwanto menjelaskan, ada berbagai jenis penyakit TB yang resistan terhadap obat , tergantung pada obat mana yang resistan terhadap kuman TB.
“Orang dengan penyakit TB yang resistan terhadap obat harus diobati dengan obat yang dapat membunuh kuman TB,” katanya.
Jika menderita penyakit TB yang resistan terhadap obat, penyedia layanan kesehatan akan merekomendasikan rencana pengobatan untuk jenis penyakit TB resistan obat yang derita.
“Rencana pengobatan juga disebut rejimen pengobatan untuk penyakit TB yang resistan terhadap obat adalah jadwal untuk mengonsumsi obat TB guna membunuh semua kuman TB.
Dia menambahkan, pengobatan dan penyembuhan penyakit TBC yang resistan terhadap obat merupakan hal yang rumit.
“Jika Anda memiliki penyakit TBC yang resistan terhadap obat, Anda harus diobati dengan obat-obatan khusus yang cukup kuat untuk membunuh kuman TBC,” tuturnya.
Perawatan bisa memakan waktu lama, terkadang berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan obat-obatan dapat menimbulkan efek samping.
“Berbagai rencana perawatan untuk penyakit TB yang resistan terhadap obat bergantung pada obat mana yang resistan terhadap kuman TB,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















