
Martin menyebutkan bahwa adaptasi dengan motor Aprilia menjadi tantangan tersendiri. Posisi berkendara yang belum pas serta karakter mesin RS-GP yang berbeda dari Ducati membuatnya harus bekerja lebih keras, baik dari sisi teknik maupun fisik.
“Kami perlu memahami bagaimana tim bisa membantu saya dan bagaimana saya bisa membantu motor. Beberapa lap awal cukup bagus, sempat menyalip beberapa pembalap, jadi ada tanda-tanda kecepatan,” ujarnya, mencoba tetap positif.
Kini Martin dihadapkan pada tantangan lebih besar dalam balapan utama MotoGP Qatar yang digelar Senin (14/4/2025) dini hari WIB. Balapan sepanjang 22 lap itu akan menjadi ujian ketahanan fisik dan mentalnya, terutama dalam kondisi motor yang belum sepenuhnya sesuai keinginannya.
“Saya rasa saya perlu menemukan kecepatan saya sendiri. Bahkan jika saya sedang berlomba, perjuangan saya bukan melawan orang-orang ini. Perjuangan saya adalah melawan diri sendiri, mencoba konsisten, dan mencapai garis akhir. Tapi itu akan sulit,” tutupnya.
Jorge Martin memang belum tampil optimal di awal musim bersama Aprilia, tapi dengan pengalaman dan tekadnya, banyak yang percaya masa adaptasi ini hanya soal waktu.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















