Diduga Salah Minum, Kades di Luwu Timur Keracunan Air Aki yang Disimpan di Kulkas

Diduga Salah Minum, Kades di Luwu Timur Keracunan Air Aki yang Disimpan di Kulkas

BOGORTODAY.COM – Kepala Desa Argomulyo, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Widayanto, mengalami insiden nahas setelah tak sengaja meminum air aki yang disimpan di dalam kulkas rumahnya. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (13/4/2025) dan sempat menghebohkan warga sekitar.

Peristiwa bermula saat Sitim, ibu dari Widayanto, menemukan botol berisi cairan bening di atas meja dan mengira itu adalah air minum. Tanpa curiga, ia memasukkan botol tersebut ke dalam kulkas untuk didinginkan.

“Saya tidak tahu kalau itu air aki. Saya kira air minum biasa di atas meja, jadi saya masukkan ke dalam kulkas,” ujar Sitim, Minggu (13/4).

BACA JUGA :  Bukan Cuma Infrastruktur, Jenal Mutaqin Ungkap Strategi Pemkot Bogor Berantas Putus Sekolah

Beberapa saat kemudian, Widayanto yang baru pulang langsung membuka kulkas dan mengambil botol tersebut untuk diminum. Tak berselang lama setelah menenggaknya, ia merasakan sakit luar biasa di tenggorokan dan perut, hingga berteriak kesakitan.

Sitim yang panik langsung meminta bantuan warga sekitar untuk membawa anaknya ke Puskesmas Kalaena. Namun karena kondisinya terus menurun, Widayanto akhirnya dirujuk ke RSUD I Lagaligo Wotu guna mendapatkan perawatan intensif.

“Sudah dirujuk. Kondisinya mulai membaik dan sudah bisa diajak komunikasi. Namun masih merasakan sakit di tenggorokan dan kepala,” ujar salah satu anggota keluarga.

BACA JUGA :  Bogor Mati Lampu, PLN Sebut Ada Gangguan Teknis di PLTGU Jawa 1

Hingga berita ini ditulis, kondisi Kepala Desa Argomulyo tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda membaik.

Tim medis masih memantau perkembangan kesehatan Widayanto, terutama terkait dampak cairan kimia yang masuk ke sistem pencernaannya.

Insiden ini menjadi pengingat penting akan bahaya menyimpan bahan beracun dalam wadah atau tempat yang tidak sesuai, apalagi jika tidak diberi label. Warga diimbau untuk lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================