
Menurut keterangan saksi dan data yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi ketika kelima korban baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka di kebun tebu. Mereka kemudian menaiki dua kendaraan berbeda untuk kembali ke tempat tinggal.
Korban SN, DA, dan SA berada dalam satu truk, sementara MS dan HS berada di kendaraan lain yang berjarak sekitar lima meter di depannya. Belum sempat kendaraan bergerak, tiba-tiba petir menyambar langsung ke bak truk yang ditumpangi SN dan rekannya.
“Petir menyambar langsung ke tengah bak truk, tanpa disertai kilat sebelumnya. Kendaraan lainnya juga terdampak, menyebabkan dua korban lainnya terluka ringan,” ungkap Leo.
Pihak BPBD dan kepolisian telah melakukan penanganan awal serta berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait keselamatan kerja para karyawan, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Musibah ini menjadi pengingat penting akan risiko cuaca buruk di area terbuka, terutama bagi para pekerja lapangan yang rentan terhadap sambaran petir.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















