Pemkab Bogor Siapkan Sekolah Rakyat untuk Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan Sekolah Rakyat, sebagai bentuk solusi pendidikan inklusif di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Maruf, mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan Sekolah Rakyat telah diusulkan di wilayah Jasinga. Sekolah ini direncanakan akan dibangun di atas lahan milik pemerintah seluas 11 hektare.

“Minimal luas yang diharapkan pemerintah itu lima hektare. Kami sudah mengusulkan lokasi untuk dibangun di Jasinga, ada di lahan milik pemerintah seluas 11 hektare,” ujar Farid saat ditemui pada Jumat (18/4/2025).

Sebagai langkah awal, Pemkab Bogor juga tengah menyiapkan sekolah percontohan yang akan mulai beroperasi pada tahun ini. Sekolah ini akan memiliki kapasitas terbatas, yakni hanya dua kelas setingkat SMA, dan berlokasi di Centra Galih Pakuan, Ciseeng — aset milik Kementerian Sosial.

BACA JUGA :  Bupati Cup 2026 Meriahkan HJB ke-544, 196 Peserta Adu Skill Biliar di Kabupaten Bogor

“Mungkin nanti akan dibuka tahun ini, meskipun terbatas hanya untuk dua kelas di tingkat SMA. Nanti lokasinya di Ciseeng, Centra Galih Pakuan milik Kementerian Sosial,” jelas Farid.

Ia menambahkan bahwa saat ini pemerintah tengah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung di lokasi sekolah percontohan.

“Waktu itu teman-teman dari Centra dan Kemensos juga datang untuk koordinasi di kantor. Ruang kelasnya sudah dikosongkan, tinggal teknis operasionalnya yang masih digodok oleh pemerintah pusat,” tambahnya.

Sekolah Rakyat ini dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Proses seleksi calon siswa akan dilakukan berdasarkan data validasi yang dimiliki Dinsos Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Perkuat Perlindungan Generasi Muda Lewat Kolaborasi dengan Pesantren dan DKM

“Nah, dari 50 orang calon siswa ini nanti akan kita cocokan dengan data yang ada di kita,” tegas Farid.

Ia menekankan pentingnya seleksi yang tepat agar bantuan ini tepat sasaran. “Harapannya, anak-anak yang masuk memang benar-benar berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Bogor, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================