China Integrasikan AI ke Kurikulum Sekolah, Siapkan Generasi Inovatif untuk Masa Depan

BOGORTODAY.COM – Pemerintah China dilaporkan tengah mengambil langkah strategis untuk merombak sistem pendidikan nasional dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam proses pengajaran, buku pelajaran, dan kurikulum di seluruh jenjang pendidikan.

Kebijakan ini mencakup tingkat dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi, sebagai bagian dari upaya mempercepat inovasi dan menciptakan sumber pertumbuhan baru di era digital.

Langkah tersebut diumumkan oleh Kementerian Pendidikan China, yang menyatakan bahwa pemanfaatan AI di lingkungan sekolah akan mendorong pengembangan kemampuan dasar siswa dan guru, sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia di masa depan.

“Mempromosikan kecerdasan buatan akan membantu menumbuhkan kemampuan dasar guru dan siswa, serta membentuk daya saing inti dari bakat-bakat inovatif,” demikian pernyataan Kementerian Pendidikan, Jumat (18/4).

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Kemampuan dasar yang dimaksud mencakup keterampilan berpikir mandiri, pemecahan masalah, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim.

Pemerintah menilai bahwa integrasi AI dapat menciptakan ruang kelas yang lebih inovatif, interaktif, dan menantang secara intelektual.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sejumlah universitas terkemuka di China yang telah lebih dulu memperkenalkan kursus-kursus berbasis AI serta meningkatkan kapasitas penerimaan mahasiswa di bidang tersebut.

Popularitas AI di China semakin meningkat sejak perusahaan rintisan DeepSeek menarik perhatian internasional pada awal 2025 berkat inovasi teknologi AI-nya.

BACA JUGA :  Perdana, Peringatan HJB ke-544 Digelar di Citalahab Malasari

Pada Januari lalu, pemerintah China juga mengumumkan rencana aksi nasional pertamanya dalam bidang pendidikan, dengan target ambisius menjadikan China sebagai “negara dengan pendidikan kuat” pada tahun 2035.

Salah satu pilar utama dari rencana tersebut adalah memanfaatkan efisiensi dan kekuatan inovasi teknologi, termasuk AI, untuk memperkuat sistem pembelajaran nasional.

Kebijakan ini menunjukkan keseriusan China dalam membekali generasi muda dengan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan di pasar global, sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai pemain utama dalam revolusi teknologi global.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================