
Salah satu peserta, Cui Wenhao dari Noetix Robotics, menyebut ajang ini sebagai “dorongan besar bagi seluruh industri robot.”
Menurutnya, robot yang dikembangkan timnya telah menjalani latihan keras: berlari setengah maraton setiap hari dengan kecepatan sekitar 7 menit per kilometer.
Peserta lainnya, Kong Yichang dari tim DroidUp, menilai lomba ini sebagai tonggak penting dalam menjembatani kehadiran robot dalam kehidupan sehari-hari.
“[Perlombaan ini] menunjukkan bahwa robot humanoid bisa berintegrasi dalam masyarakat dan melakukan aktivitas seperti manusia,” jelasnya.
Ambisi China dalam Dunia Robotika
Ajang maraton robot ini merupakan bagian dari strategi besar China untuk memimpin dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika humanoid.
Selama beberapa tahun terakhir, Negeri Tirai Bambu semakin gencar berinvestasi dan mengembangkan teknologi inovatif untuk menyaingi dominasi Amerika Serikat.
Pada awal tahun ini, perusahaan AI asal China, DeepSeek, telah lebih dulu menyita perhatian dengan meluncurkan chatbot hemat biaya yang diklaim mampu bersaing dengan produk sejenis dari Silicon Valley.
Dengan berbagai gebrakan seperti lomba robot maraton ini, China semakin menegaskan visinya: masa depan bukan lagi tentang kemungkinan, tetapi tentang realisasi teknologi yang dulunya hanya hadir di film fiksi ilmiah.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















