
Dalam forum mediasi yang direncanakan, para driver berkomitmen untuk menyuarakan beberapa tuntutan penting. Salah satunya adalah penghentian iklan layanan transportasi milik PT Indogate yang dianggap melanggar kesepakatan dan mencemarkan nama baik kawasan Puncak.
“Intinya, PT Indogate harus mengklarifikasi isi iklan dan memulihkan nama baik Puncak yang telah dirugikan,” tegas Shado.
Para sopir juga mendesak agar PT Indogate menandatangani pernyataan resmi di hadapan Disbudpar, sebagai bentuk komitmen untuk menghormati sistem tarif dan etika usaha lokal. Jika pelanggaran kembali terjadi di masa depan, mereka menuntut sanksi tegas.
“Ingat satu hal jika melanggar, PT Indogate harus ditutup, dan itu harus mereka lakukan sendiri,” tandasnya.
Komitmen Bersama untuk Menjaga Ekosistem Pariwisata Lokal
Isu ini telah melibatkan banyak pihak, termasuk pengelola villa, pelaku usaha wisata, hingga paguyuban Khadamah yang turut menyatakan keprihatinan. Bagi para sopir lokal, hal ini bukan semata tentang tarif, melainkan soal keadilan usaha, keberlangsungan mata pencaharian, dan menjaga ekosistem pariwisata Puncak secara berkelanjutan.
Langkah mediasi ini diharapkan bisa menciptakan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak, tanpa mengorbankan pelaku usaha lokal yang telah lama menjadi bagian dari denyut kehidupan pariwisata di kawasan Puncak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















