Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
PROF. Abdul Mu’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menyatakan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan mewajibkan para guru mengikuti pelatihan secara rutin.
Ia menilai bahwa pelatihan bagi guru sangat penting agar proses belajar mengajar tidak stagnan dan para pendidik tetap dapat berinovasi sesuai perkembangan zaman.
Untuk mendukung upaya tersebut, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) dalam penyelenggaraan pelatihan.
Bahkan, ia mengungkapkan rencana penerbitan Peraturan Menteri yang mengatur bahwa setiap guru akan memiliki satu hari dalam seminggu tanpa kewajiban mengajar. Ini baru keren bro, Prof. Abdul Mu’ti mewajibkan tapi juga memberi solusi.
Sebetulnya aturan ini sudah diberlakukan saat awal-awal diadakannya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), yaitu aturan yang mengatur bahwa setiap guru akan memiliki satu hari dalam seminggu tanpa kewajiban mengajar, agar guru bisa ikut kegiatan MGMP.
Jadi waktu itu penulis ingat, tiap hari kamis guru PPKn di Kota Bogor tidak ada jadwal mengajar, karena tiap kamis itu ada jadwal pertemuan MGMP PPKn guru SMA Kota Bogor.
Karena pertemuan rutin MGMP itu tiap pekan ke 2, maka pas pekan ke 1, 3 dan 4 bisa digunakan guru PPKn untuk pengembangan diri, misal membuat administrasi guru, koreksi atau kegiatan literasi.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















