BOGORTODAY.COM – Dari ayam Buffalo khas Amerika hingga kimchi Korea dan sambal terasi yang lekat dengan budaya Indonesia, makanan pedas punya tempat istimewa di banyak budaya kuliner.
Meski bisa membuat mata berair dan bibir panas, banyak orang justru merasa ketagihan dengan sensasi menyengat ini.
Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya: Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat kita sering makan makanan pedas? Ternyata, cabai dan bumbu pedas lainnya bukan hanya menambah cita rasa—mereka juga bisa membawa dampak mengejutkan bagi kesehatan, baik positif maupun negatif.
Ketika Pedas Menjadi Tantangan untuk Pencernaan
Sebelum membahas manfaatnya, penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang cocok dengan makanan pedas.
agi penderita asam lambung, GERD, gastritis, atau kondisi seperti kolitis ulseratif dan Crohn’s disease, makanan pedas bisa memperburuk gejala.
Sebuah studi dalam Journal of Crohn’s and Colitis menunjukkan bahwa mayoritas penderita IBD mengalami kekambuhan gejala setelah mengonsumsi makanan pedas.
Jadi, kuncinya adalah mendengarkan sinyal tubuh. Bila tubuhmu merasa nyaman, tak masalah untuk terus menikmati. Tapi jika mulai merasa perih, mual, atau kembung, itu mungkin tanda untuk mengurangi konsumsi.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















