Pemkab Bogor Segera Bangun Masjid Agung sebagai Simbol Integrasi Agama dan Budaya Sunda

Rudy juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tokoh agama dan budayawan untuk menghindari dikotomi antara agama dan budaya. Menurutnya, hal ini sangat penting agar tidak ada benturan antara dua aspek tersebut dalam kehidupan masyarakat.

“Kita bisa melihat bahwa Kesultanan Banten yang memimpin adalah Ketua Dewan Masjid Kabupaten Bogor. Jadi bisa bersinergi bersama-sama, tidak menjadi penghalang budaya kita lestarikan, agama kita amalkan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Pelestarian Kampung Adat

Selain pembangunan Masjid Agung, Pemkab Bogor juga tengah mempersiapkan program pelestarian kampung-kampung adat yang ada di daerah tersebut.

BACA JUGA :  Di Era Rudy Susmanto-Jaro Ade, Pemkab Bogor Pertahankan Opini WTP Dua Tahun Berturut-turut

Kampung Urug dan Kampung Cimande akan dikembangkan tanpa mengubah nilai historis dan budaya yang ada. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga warisan budaya Sunda bagi generasi mendatang.

“Kita akan jaga dan lestarikan secara bersama-sama agar bukan hanya hari ini kita menikmati, anak-anak cucu kita harus menikmatinya bersama-sama karena ini bukan hanya warisan bangsa tapi warisan dunia,” tutup Rudy Susmanto.

BACA JUGA :  Ingus Berbau Busuk: Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya

Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Bogor bukan hanya sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga sebuah langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara agama dan budaya.

Pemkab Bogor bertekad untuk melestarikan budaya Sunda sambil memperkuat kehidupan religius masyarakat.

Dengan melibatkan tokoh agama dan budaya dalam proses ini, diharapkan dapat tercipta keharmonisan yang menjadi contoh bagi daerah lain.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================