Dispora Kabupaten Bogor Akan Evaluasi Manajemen Persikabo 1973 Usai Terpuruk ke Liga 3

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP. Foto : Amelia Azizah

BOGORTODAY.COM – Keterpurukan Persikabo 1973 yang kini harus berlaga di Liga 3 Nusantara memantik reaksi serius dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.

Klub yang dulu menjadi kebanggaan masyarakat Bogor itu kini disebut perlu pembenahan total, terutama dari sisi manajemen.

Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, dalam pernyataannya pada Kamis (24/4/2025), menyampaikan bahwa meskipun pemerintah daerah tetap memberikan dukungan terhadap eksistensi Persikabo, dukungan itu tak bisa diberikan tanpa syarat.

“Persikabo ini kan degradasinya sudah jauh, dari Liga 1 turun ke Liga 3. Artinya, kita akan support, tapi dibenahi dulu manajemennya. Jangan sampai kita support tapi di manajemennya kurang greget,” tegas Asnan.

Menurut Asnan, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur manajemen klub, termasuk kemungkinan restrukturisasi agar pengelolaan klub bisa lebih profesional dan kompetitif.

Ia menyoroti bahwa selama ini fasilitas seperti Stadion Pakansari sudah disediakan sebagai homebase klub, namun hal tersebut belum membuahkan hasil signifikan.

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

“Sebetulnya Persikabo itu sudah banyak kelonggaran dari kami, seperti penggunaan Stadion Pakansari sebagai homebase. Tapi dari hari ke hari setiap pertandingan gak ada kemajuan,” katanya.

Asnan menambahkan bahwa kunci kebangkitan Persikabo ke depan terletak pada keterlibatan pihak-pihak yang memang memiliki kompetensi dalam dunia sepak bola, khususnya dari kalangan lokal.

“Saya ingin juga yang megang Persikabo ke depan itu minimal orang-orang Kabupaten Bogor yang faham bola, termasuk pemain-pemainnya, dengan tidak menghilangkan pemain asli Bogor,” ucapnya.

Persikabo 1973 sebelumnya mengalami dua kali degradasi beruntun, dari Liga 1 ke Liga 2, dan kini harus bermain di Liga 3.

Kemerosotan ini disebut-sebut dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari lemahnya pengelolaan finansial, konflik internal manajemen, hingga isu miring seputar praktik pengaturan skor (match fixing) yang sempat mencuat.

BACA JUGA :  Resep Bubur Kacang Hijau, Menu Sarapan Hangat dan Bergizi

Ketidakharmonisan di internal klub dinilai menjadi hambatan besar dalam pembangunan tim secara menyeluruh.

Padahal, klub memiliki sejarah panjang dan basis pendukung yang besar di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Evaluasi dari Dispora ini diharapkan bisa menjadi awal dari reformasi besar-besaran di tubuh Persikabo 1973, agar klub ini bisa kembali bangkit dan bersaing di level yang lebih tinggi.

Pemerintah Kabupaten Bogor pun mengindikasikan kesediaan untuk mendukung, selama manajemen menunjukkan komitmen serius dalam melakukan perubahan.

Bagi masyarakat Bogor yang masih mencintai klub ini, langkah evaluasi dari Dispora menjadi angin segar, dengan harapan agar Persikabo 1973 tak sekadar hadir sebagai nama, tapi juga sebagai kekuatan yang sesungguhnya di lapangan hijau.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================