
Kandang ayam tersebut baru diisi dengan 22 ribu ekor ayam pada Rabu (23/4) sore, hanya sehari sebelum kejadian. Sekitar pukul 17.00 WIB, salah satu pekerja melihat api mulai muncul dari alat pemanas ayam.
“Awalnya ada sembilan pekerja di lokasi. Saat melihat api membesar dan menyulut sekam padi yang digunakan sebagai alas lantai kandang, pekerja langsung berteriak untuk memperingatkan yang lain,” jelas Petrus.
Para pekerja sempat berusaha memadamkan api secara manual, namun kobaran api terlalu besar dan cepat menyebar ke seluruh bagian kandang.
Kerugian yang dialami mencakup:
- Kandang ayam tiga lantai
- 21 unit blower
- 22 ribu ekor ayam
- Satu unit sepeda motor
- Pakan ayam 220 sak (setara 2 rit)
- Berbagai peralatan pendukung kandang
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan pemadam kebakaran telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan peralatan pemanas berbahan bakar gas, terutama di lingkungan yang mudah terbakar seperti kandang ayam.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















